Menu

Kejari Rampungkan 150 Perkara

  Dibaca : 213 kali
Kejari Rampungkan 150 Perkara
WAWANCARA— Kajari Pariaman Asman Tanjung ketika diwawancarai wartawan, Rabu (22/7).

PARIAMAN, METRO
Sebanyak 300 perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Pariaman semenjak awal tahun 2020 hingga 22 Juli 2020, selesai sebanyak 150 perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman, Azman Tanjung mengatakan, 150 perkara tersebut didominasi oleh kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Ada tiga kategori pidana umum yang kami kerjakan, diantaranya kekerasan seksual terhadap anak, narkotika dan kriminal lainnya. Seluruh perkara yang masuk atau kami tangani sebanyak 300 kasus. Dari 300 perkara itu sebanyak 150 telah kami selesaikan,” ungkap Azman Tanjung, Rabu (22/7).

Ia mengatakan, di antara 150 perkara yang selesai itu di dominasi oleh kasus kekerasan seksual terhadap anak. “Ada sebanyak 30 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang masuk semenjak awal bulan di tahun ini. Dengan begitu, perkara seksual ini menjadi perkara terbanyak di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman,” sebut Azman Tanjung.

Untuk itu, pihaknya fokus terhadap kasus tersebut, mengingat kekerasan seksual terhadap anak dapat ‘merenggut’ masa depan anak. “Kasus itu baik berupa perkosaan pencabulan dan eksploitasi seks terhadap anak,” katanya.

Kalau dilihat tren grafiknya, kata Kepala Kejari itu, kasus seksual terhadap anak di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman bisa mencapai 50-60 kasus dalam tahun ini.

“Maka dari itu, kami selalu memperkuat koordinasi dengan pihak lainnya seperti aparat hukum dan instansi perlindungan terhadap perempuan dan anak,” jelas Azman.

Menurutnya, pemicu tingginya kasus tersebut karena mentalitas pria atau pelaku buruk. “Ini persoalan mentalitas yang buruk sehingga tega melakukan itu. Padahal kita sama-sama tahu, ini wilayah Sumbar, wilayah beradat dan beragam,” jelasnya.

Mau tidak mau, kasus kekerasan terhadap anak harus ditekan. Pihaknya menuntut pelaku kekerasan itu dengan hukuman seberat-beratnya. Selain itu, untuk memperkuat kinerja pihaknya, Azman mengatakan saat ini telah menjalin kerjasama dengan pihak lainnya sebanyak 30 MoU.

”Setelah kasus kekerasan terhadap anak, kasus yang mendominasi adalah perkara narkotika dan kemudian baru kasus kriminal lainnya seperti pencurian dan lainnya,” pungkasnya. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional