Close

Kejari Payakumbuh Usut Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19, Kantor Dinkes, RSUD dan PDAM Digeledah

MENGGELEDAH— Tim satuan Pemberantasan Korupsi Kejari Payakumbuh melakukan penggeledahan di kantor Dinkes, RSUD Adnaan WD dan PDAM Kota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Kejaksaan Negeri (Kejari) Payakumbuh melakukan peng­ge­ledahan terhadap tiga in­stansi dan dua perbankan di Kota Paya­kumbuh, Senin (15/11) pagi.  Peng­geledahan yang dilakukan oleh Korps Adhyaksa itu terkait penye­li­dikan kasus dugaan penyim­pa­ngan dana penanganan Covid-19.

Tim gabungan dari Sa­tuan Pemberantasan Korupsi Kejari Payakumbuh yang dipimpin, Robby Pra­setya, berangkat dari Kantor Kejaksaan menuju Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh.  Di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh, tim menggeledah ruangan kerja Kadinkes dr Bakhrizal, gudang dan bagian bendahara.

Tidak beberapa lama, tim gabungan keluar dan bergerak menuju Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sago, di kawasan Labuah Silang. Di PDAM Tim menggeledah ruangan Direktur Umum.

Beberapa menit mela­kukan penggeledahan di ruangan Direktur Umum PDAM Tirta Sago, tim yang berjumlah sekitar delapan orang itu melanjutkan peng­­­geledahan ke ruangan Direktur RSUD Adnan WD Payakumbuh. Sekitar lima menit kemudian, orang nomor satu di rumah sakit plat merah itu dr Yanti, datang dan menemui tim Kejaksaan.

Hanya sekitar lima me­nit berbicara dengan tim gabungan itu, mantan pegawai Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh itu diminta untuk datang ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh me­ngan­tarkan berkas atau do­kumen yang diminta oleh tim gabungan Kejaksaan.

Dari RSUD Adnan WD, tim melanjutkan pengge­le­dahan ke dua perbankkan di Kota Payakumbuh. Sekitar pukul 13.00 WIB, tim kembali ke kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh di Koto Nan IV Jalan Sukarno Hatta. Setelah turun dari mobil, tampak tim membawa satu kardus di­duga dokumen hasil peng­geledahan. Namun, kuat dugaan dokumen yang disita terkiat penggunaan da­na Covid-19.

Kepala Kejaksaan Ne­geri Payakumbuh, Suwarsono didampingi Kasi Pidsus, Satria Lerinodan Kasi Intel, Robby Prasetya me­nye­but, pihaknya sebelumnya sudah memanggil belasan orang dari OPD terkait untuk dimintai keterangan.

Tidak itu saja, Kejaksaan Negeri Payakumbuh juga mengetahui adanya dugaan kerugian keuangan Negara, namun Kejari ketika ditanya wartawan belum mau membeberkan lebih jauh. “Tunggu saja, nanti kami sampaikan,” ucapnya.

Meski begitu, pihaknya masih melakukan penyidikan secara umum. Untuk itu ia meminta dukungan dari semua pihak, sehingga penanganan dugaan Korupsi itu bisa cepat diselesaikan.

“Benar kita  mendatangi sejumlah OPD, perusahaan daerah serta dua Perbankkan yang kita lakukan dari tadi pagi terkait dugaan Korupsi Penyimpangan Dana Covid-19,” sebutnya.

Kasi Pidsus, Satria Lerino menambahkan terkait perkara itu pihaknya belum menetapkan tersangka, namun dalam waktu dekat kasus tersebut akan terus ditindaklanjuti. Ia berharap dukungan dari semua pihak terkait penanganan berbagai kasus dugaan Korupsi yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

“Untuk perkembangan selanjutnya dalam perkara yang kita tangani ini akan segera kami informasikan kepada kawan-kawan, mohon dukungan dari semua­nya,” harapnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top