Close

Kejari Padang Bantu Pemko Padang

EKSPOSE KINERJA KEJARI— Kasi Datun Syafri Hadi, Kasi Pidsus Therry Gutama, Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang Roni Saputra, menyampaikan ekspose kinerja Kejari Padang dalam rangka peringatan Hari Adhyaksa ke-61, Kamis (22/7).

PANGILUN, METRO–Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang membantu Pemko Padang menagih tunggakan kontribusi PT Cahaya Sumbar Raya, terhadap pengelolaan Sentral Pasar Raya (SPR) sejak 2008 sebesar Rp 10 miliar lebih pada Juni 2021.

“Dari sebesar itu tung­ga­kan yang harus dibayar­kan perusahaan, sudah te­realisasi sebesar Rp 3.096.000.000. Itikad baik mereka untuk menyelesai­kan tunggakan cukup ba­gus,” sebut Kasi Datun Syafri Hadi dalam ekpose kinerja Kejari Padang ke­pada wartawan di aula kan­tor Kejari Padang terkait kinerja Kejari Padang sela­ma 2020-2021 dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adh­yak­sa ke-61 Tahun 2021, Kamis (22/7).

Disebutkan Syafri Hadi, itikad baik PT Cahaya Sum­bar Raya dalam mem­ba­yar tunggakan patut di­apre­siasi. Sebab, pada mu­lanya mereka pada tahun 2021 ini hanya akan meng­angsur sebesar Rp1 miliar saja.

Dari kesepakatan peru­sa­haan dengan Pemko Pa­dang sebutnya, diren­cana­kan pembayaran tung­ga­kan akan dilakukan seba­nyak empat kali dengan jangka waktu 3 tahun 8 bulan. Pem­­bayaran dimulai tahun 2021 hingga Februari 2024.

“Pembayaran dila­ku­kan per periodik. Perio­dik pertama mereka bayar Rp3 miliar lebih. Sampai periode terakhir pem­baya­ran pada Februari 2024, presentase nya semakin kecil,” ucapnya.

Untuk setoran pemba­yaran sebut Syafri Hadi, sudah disetorkan ke kas Pemko Padang. “Mudah-mudahan perusahaan te­rus beritikad baik dalam mem­bayarkan tunggakan mereka,” harapnya.

Sementara itu, Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Padang, hingga Juli 2021 berhasil menye­lamat­kan keuangan negara se­nilai Rp1,7 miliar. Angka ini mengalami pe­ning­katan jika dibanding ta­hun 2021.

“Uang negara yang be­ra­sal dari uang pengganti yang telah kita selamatkan selama tahun 2021 senilai Rp1,7 miliar,” kata Kasi Pid­sus Therry Gutama yang didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang Roni Saputra.

Sementara uang denda yang diterima pihak Kejari Padang selama Juli 2021, lanjutnya, senilai Rp100 juta. “Uang pengganti dan uang denda ini telah kita setor ke kas negara,” sebut Roni.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Padang Ther­­ry Gutama menam­bah­kan, uang negara yang telah berhasil diselamat­kan hingga Juli 2021 ini lebih besar jika dibanding tahun 2020.

Pasalnya pada tahun 2020, nilai keuangan ne­gara yang berhasil disela­mat­kan antara Rp300 juta sampai Rp400 juta. Lan­taran keba­nyakan terpi­dana memilih menjalani pidana penjara ke­timbang membayar uang peng­ganti.

“Namun ada tahun 2021 ini, ada beberapa orang dari narapidana yang mes­ki pun merasa dirinya tidak bersalah, tapi mempunyai itikad baik dan kesadaran hukum untuk mentaati pu­tu­san penga­dilan,” ucap­nya.

Untuk pembayaran denda, Therry merinci, pada tahun 2021 ada dua narapida yang memilih untuk membayar denda. Rata-rata untuk satu orang narapidana itu membayar denda senilai Rp50 juta sehingga totalnya Rp100 juta.

“Berbeda dibanding ta­hun 2020 lalu hanya satu orang narapidana yang memilih untuk membayar denda,” sebut mantan Ke­pala Seksi Intelijen Kejari Dharmasraya ini.

Di sisi lain, selama 2020 hingga Juli 2021, Bidang Tindak Pidana Umum Keja­ri Padang berhasil me­nyelesaikan 491 perkara. Sementara Bidang Tindak Pidana Khusus pada tahun 2021 melakukan penyeli­dikan terhadap tiga per­kara, penyidikan satu per­kara, penuntutan satu perka­ra, dan eksekusi tiga per­kara. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top