Menu

Kejar Sandal Adik, Remaja Wanita Hanyut di Sungai, Ditemukan Tak Bernyawa di kawasan Pitameh, Kelurahan Pitameh Tanjuang Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Bega­lung

  Dibaca : 167 kali
Kejar Sandal Adik, Remaja Wanita Hanyut di Sungai, Ditemukan Tak Bernyawa di kawasan Pitameh, Kelurahan Pitameh Tanjuang Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Bega­lung
TEMUKAN JASAD— Warga menemukan jasad korban Intan (15) yang hanyut di sungai kawasan Pitameh, Kecamatan Lubuk Begalung.

PADANG, METRO–Seorang remaja perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai hanyut terseret arus deras sungai di kawasan Pitameh, Kelurahan Pitameh Tanjuang Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Bega­lung, Senin (23/8) sekitar pukul 15.28 WIB.

Mirisnya, korban yang diketahui bernama Intan (15), hanyut terbawa deras­nya arus sungai gegara berusaha mengambil sandal adiknya yang hanyut. Warga yang berada di lokasi yang mengetahui adanya orang hanyut, lang­sung berdatangan.

Warga berusaha mela­ku­kan penyisiran di aliran sungai hingga korban pun berhasil ditemukan be­berapa ratus meter dari lokasi korban hanyut. Se­telah ditemukan, jasad korban pun dievakuasi ke Semen Padang Hospital (SPH) sembari menunggu keluarga menjemput.

Menurut salah seorang warga bernama Nia me­ngatakan, korban mening­gal saat ditemukan oleh warga. “Infonya mening­gal, korban usai langsung dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang (SPH),” kata­nya saat dihubungi, Senin (23/8). 

Terpisah, Kepala Pen­carian dan Pertolongan (Basarnas) Padang Asnedi mengatakan, pihaknya me­mang mendapatkan laporan terkait adanya kor­ban hanyut di Pitameh sekitar pukul 15.28 WIB.

“Personel langsung di terjunkan ke lokasi, namun ditengah perjalanan, kami mendapat informasi bah­wa korban sudah ditemu­kan oleh warga, sehingga anggota langsung balik kanan menuju Mako,”ujar Asnedi.

Asnedi menjelaskan, dari informasi yang dipe­roleh, korban awalnya man­di bersama adiknya bernama Reyhan. 

“Saat mandi-mandi ter­sebut, sandal Reyhan ini hanyut. Kemudian Intan berusaha mengejar sendal adiknya yang hanyut ter­sebut. Namun naas, diduga karena debit air yang cu­kup deras, sehingga kor­ban ikut terseret arus,” sebut Asnedi.

Dikatakannya, warga sekitar yang mengetahui hal tersebut langsung me­la­kukan pencarian dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dibawa ke rumah sakit Semen Padang Hospital (SPH).

“Memang informasi yang kami peroleh seperti itu. Namun, untuk pastinya perlu kita kroscek lebih lanjut di lapangan,”ka­tanya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang Sutan Hendra membenarkan pe­ris­tiwa tersebut dan telah memastikan bahwa yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia saat di­bawa ke rumah sakit.

“Ya korban memang dipastikan sudah  me­ning­gal dunia saat dibawa ke ru­mah sakit,” katanya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional