Menu

Kejar Layangan Putus, Bocah SD Tewas Kesetrum

  Dibaca : 389 kali
Kejar Layangan Putus, Bocah SD Tewas Kesetrum
TERBUJUR KAKU— Korban F (12) terbujur kaku tak bernyawa di rumah sakit akibat kesetrumdi atap rumah warga untuk mengambil layang-layang.

PADANG, METRO
Nekat memanjat atap seng rumah warga untuk mengambil layang-layang yang tersangkut, seorang bocah berusia 12 tahun tewas kesetrum di Kawasan Kampung Durian, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kamis (24/9) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kejadian itu sontak membuat warga setempat dibuat geger. Melihat kondisi korban yang diketahui berinisial F warga Jalan Tanjung Aur, Kelurahan Tanjung Aur, Kecamatan Lubuk Begalung terkapar di tanah usai terpental dari atas atap, warga berusaha memberikan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit.

Namun, tim medis yang melakukan pemeriksaan, menyatakan korban sudah meninggal dunia. Diketahui, korban awalnya mengejar layangan yang putus, kemudian memanjat atap rumah warga. Namun malang, bocah berinisial F yang merupakan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Air Camar itu tak sengaja menyentuh kabel yang memiliki tegangan tinggi.

Salah seorang warga, Angga (28) mengatakan, ketika itu ia mendengar adanya suara percikan api di atap rumah salah satu warga. Setelah itu ia langsung keluar dari rumah dan melihat ada anak kecil yang terjatuh dari atap.

“Anak kecil itu terpental lalu jatuh dari atap rumah tersebut. Dugaannya akibat kesetrum karena ada kabel tegangan tinggi di sana. Warga pun kemudian membawa anak tersebut ke rumah sakit. Di lokasi, kondisi korban memang sudah tidak sadarkan diri dan tidak bergerak lagi,” kata Angga.

Terpisah, Kapolsek Padang Timur AKP Afrides Roema mengatakan, korban merupakan warga Kecamatan Lubuk Begalung dan karena melihat ada layang-layang putus, korban mengejarnya sampai ke kawasan Kecamatan Padang Timur. Layangan yang dikejarnya jatuh di atas atap rumah warga.

“Korban yang melihat layangan itu di atas atap, selanjutnya memutuskan untuk memanjat menaiki atap rumah warga. Saat itulah, tiba-tiba korban kesetrum lalu terpental jatuh dari atap,” kata AKP Afrides.

AKP Afrides tak merinci kabel jenis apa yang tersentuh oleh korban, namun diduga kuat tegangan tinggi. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr Reksodiwiryo, korban telah dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban telah didampingi pihak keluarga.

“Apakah meninggal di lokasi kejadian atau di rumah sakit saya kurang tahu persis, karena saat anggota tiba di lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit. Yang jelas, korban saat di rumah sakit sudah meninggal dunia. Selain itu, keluarga tidak mau dilakukan visum dan membawa korban ke rumah duka untuk disemayamkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, bermain layang-layang saat ini lagi marak di Kota Padang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ramai bermain layangan dan bahkan setiap hari di lombakan di beberapa titik. Mengejar layangan yang putus pun menjadi kesenganan tersendiri bagi penghobi layangan.

Bahkan, mereka beramai-ramai mengejar layangan putus. Tetapi, saking asyiknya mengejar layangan, ternyata banyak yang mengabaikan keselamatan saat mengejar layangan. Seperti memanjat atap rumah warga, memanjat pohon, bahkan banyak juga yang nekat memanjat tiang liustrik hingga kebut-kebutan di jalanan raya.

Beberapa waktu lalu, kejadian serupa juga sudah pernah terjadi di Kota Padang tepatnya di kawasan Simpang Alai, Kecamatan Padang Utara. Tetapi, korban bernama Irsyad (20) masih beruntung dan selamat usai kesentrum gara-gara mengejar layangan. Tapi, korban mengalami luka bakar yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional