Menu

Kecewa Pelaku Tak Kunjung Ditangkap, Korban Penipuan Developer Perumahan Desak Polisi di Kota Padang

  Dibaca : 235 kali
Kecewa Pelaku Tak Kunjung Ditangkap, Korban Penipuan Developer Perumahan Desak Polisi di Kota Padang
DATANGI POLRES— Para korban penipuan developer perumahan mendatangi Polresta Padang untuk mendesak agar kasus tersebut dituntaskan.

PADANG, METRO–Untuk kesekian kalinya, kor­ban penipuan yang dilakukan oleh developer perumahan PT Makna Karya Nusa (MKN) men­datangi Polresta Padang untuk mempertanyakan tindaklanjut dari kasus tersebut lantaran sudah hampir dua tahun setelah dilaporkan, pela­ku­nya tak kunjung ditangkap.

Empat korban mewakili sekitar 20 korban lainnya di­dampingi oleh kuasa hu­kum Muhammad Tito dan Jef­rinaldi mendatangi Pol­resta Padang dan bertemu lang­sung dengan Kasat­res­krim Polresta Padang Kom­pol Rico Fernanda, Rabu (9/6).

Salah seorang korban bernama Muhammad Tau­fiq mengatakan, kedata­ngan mereka adalah untuk mempertanyakan sampai di mana kasus yang saat ini ditangani oleh pihak pe­nyidik Polresta Padang. Pasalnya, dia bersama korban lainnya sudah me­lapor sejak  bulan Oktober tahun 2019 yang lalu.

“Sudah hampir dua ta­hun laporan itu dibuat, tapi hingga sekarang belum ada titik terang akan kebe­radaan terduga pelaku yang telah murugikan kor­ban­nya puluhan juta. In­for­masi terbaru yang kami pe­roleh dari penyidik, ter­duga pelaku telah masuk daftar pencarian orang (DPO) Pol­resta Pa­dang,”ujar Taufiq.

Untuk itu sebut Taufiq, mewakili korban lainnya meminta agar pihak kepo­lisian segera menuntaskan kasus ini dan melakukan penangkapan terhadap ter­duga pelaku penipuan tersebut.

“Kami bersama kuasa hukum telah meminta dan mendesak agar Polisi se­gera menangkap pelaku dan uang yang telah mere­ka bayarkan di muka untuk membangun perumahan yang menurut rencana akan di bangun di Jalan Manggis Kelurahan Ba­limbing, Kecamatan Ku­ranji tersebut dapat dikem­balikan,” harapnya.

Sementara itu kuasa hukum korban, M Tito me­ngatakan, awalnya korban diduga  penipuan ini ber­koordinasi dengannya bah­wa mereka diduga menga­lami penipuan yang dila­kukan oleh developer peru­mahan PT Makna Karya Nu­sa yang dipimpin oleh JM.

“Ada sekitar 23 pembeli yang melapor ke Polresta Padang dengan laporan mengenai penipuan de­ngan kerugian bermacam-ma­cam de­ngan total men­capai ratusan juta rupiah. Bahkan satu rumah dijual oleh deve­lopoer tersebut kepada dua orang pembeli, “ujarnya.

Dijelaskan lagi, seka­rang 23 orang korban ter­sebut masih diperiksa oleh penyidik Satreskrim Pol­resta Padang. Ia pun me­yakini penyidik Polisi bisa mengungkap kasus ini.

“Dari 23 korban dijan­jikan penyelesaian peru­maham dalam satu tahun, namun nyatanya dari pihak developer hingga saat ini belum terlihat adanya tan­da-tanda pembangunan, cuma pondasinya saja yang sudah siap,” ungkapnya.

Menanggapi permin­taan para korban, Kasat­reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda me­ngungkapkan, pihaknya akan terus berupaya men­cari keberadaan terduga pelaku penipuan tersebut.

“Kami masih berupaya mencari keberadaan pela­ku yang telah ditetapkan dan masuk daftar penca­rian orang (DPO) sejak 7 Maret 2020. Selain itu Kami juga telah menyebar surat DPO tersebut ke seluruh Polsek,” sebut Rico.

Dikatakan Rico, pihak­nya juga akan terus ber­koordinasi dengan para korban dan masyarakat apabila mengetahui kebe­radaan pelaku untuk sege­ra melaporkannya ke Pol­resta Padang dan segera menindaklanjutinya.

“Jika ada korban yang melihat ataupun mengeta­hui keberadaan pelaku ini, segera koordinasikan de­ngan kami, agar bisa se­gera kami tangkap dan menyelesaikan perkara ini secepatnya,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, developer PT MKN yang di pimpin oleh JM menjan­jikan membangun peru­mahan di Jalan Manggis Kelurahan Balimbing, Ke­camatan Kuranji berjanji paling lama satu tahun setelah membayar uang muka yang di bayarkan pada tanggal 28 Mei 2018.

Namun, setelah satu tahun semenjak dibayar­kannya uang muka terse­but, pembangunan seperti yang disebutkan belum juga terwujud. Para korban yang total berjumlah 23 orang dengan kerugian bera­gam hingga puluhan juta tersebut mencoba meng­hubungi JM namun hanya janji manis saja yang dite­rima oleh korban.

Merasa ditipu, akhirnya para korban melaporkan kasus ini ke Polresta Pa­dang yang di dampingi PH Jefrinaldi dan Muhammad Tito pada bulan oktober 2019, dan terus menanti perkembangan kasus ini hingga sekarang. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional