Menu

Kecewa Dana BLT Tak Tepat Sasaran, Warga Ngamuk, Kantor Walnag Dirusak

  Dibaca : 401 kali
Kecewa Dana BLT Tak Tepat Sasaran, Warga Ngamuk, Kantor Walnag Dirusak
KANTOR DIRUSAK— Warga Nagari Sontang Cubadak merusak kantor Wali Nagari lantaran kecewa penyaluran BLT Covid-19 tidak tepat sasaran.

PASAMAN, METRO
Kecewa gara-gara pembagian dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 tidak tepat sasaran, ratusan warga yang tinggal di Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman seruduk kantor Wali Nagari (Walnag) setempat untuk menyampaikan aspirasinya, Rabu (3/6).

Namun, aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, semula berjalan dengan tertib, tiba-tiba saja berubah menjadi anarkis. Warga yang emosi karena aspirasinya tidak ditampung oleh pemerintah nagari merusak kantor wali nagari. Terlebih, ketidakhadiran Wali Nagari Sontang Cubadak di kantor tersebut membuat massa tambah emosi.

Tanpa dikomandoi, massa pun mulai bergerak melakukan perusakan. Kaca jendela kantor Wali Nagari luluh lantak dilempari batu. Bahkan, ada beberapa warga yang memecahkan kaca menggunakan kayu. Pagar juga ikut dirusak.
Sejumlah personel Kepolisian yang sempat berusahan menenangkan massa, tak bisa berbuat banyak.

Salah seorang warga yang ikut dalam aksi unjuk rasa anarkis dan enggan disebutkan namanya mengatakan, warga menuntut pendataan penerima bantuan program BLT Covid-19 di nagari itu segera diperbaiki. Menurut mereka, penyaluran dana tidak tepat sasaran. Pasalnya, masih banyak warga seharusnya lebih berhak menerima bantuan sosial tapi luput dari pendataan pihak pemerintah nagari setempat.

“Kami menuntut Wali Nagari bernama Hendra dan bertanggung jawab soal ini. Kami meminta pendataan diulang dan dilakukan dengan transparan. Jangan orang-orang tertentu dan dekat dengan pak wali saja yang dapat BLT. Sementara yang miskin dan berhak dapat, tidak kebagian,” ungkapnya.

Ia menegaskan, aksi warga melakukan unjuk rasa ke kantor Wali Nagari Sontang Cubadak dilakukan secara spontan dan kesadaran sendiri. Bahkan, protes terkait penyaluran BLT sudah kali kedua, tetapi tetap saja pihak pemerintahan nagari tidak menampung aspirasi warga.

“Aksi kami ini adalah aksi yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada bulan puasa kemarin, saat pembagian BLT Dana Desa, kami juga sudah melancarkan aksi protes. Namun, tidak diindahkan oleh Wali Nagari. Aksi kedua juga begitu, bahkan Wali Nagari tidak ada saat warga unjuk rasa,” katanya.

Sementara terkait aksi perusakan kantor Wali Nagari, Kapolsek Panti, Iptu Edwin mengaku sangat menyayangkan tindakan warga hingga berujung anarkis. Memang, yang melatarbelakangi aksi protes warga dipicu pendataan penerima BLT di nagari itu, tetapi seharusnya persoalan itu bisa diselesaikan dengan musyawarah.

“Semua persoalan bisa dibicarakan, dengan duduk bersama. Bisa kita musyawarahkan baik-baik. Tidak harus lewat kekerasan atau anarkis seperti ini. Kantor Wali Nagari dirusak, ini kan simbol negara dan fasilitas umum,” ungkap Iptu Edwin.

Ditegaskan Iptu Edwin, pihaknya akan melakukan proses penyelidikan terhadap pelaku pengrusakan kantor tersebut.
Sebab, kata dia, pengerusakan kantor Wali Nagari termasuk perbuatan melanggar hukum dan aturan perundang-undangan.

“Kita akan proses, karena itu sudah merusak lambang pemerintah dan fasilitas umum. Perbuatan itu bisa dijerat hukum. Pak Wali juga akan melaporkan para pelaku pengerusakan kantor itu,” jelasnya.

Iptu Edwin menambahkan, pihaknya bersama Camat, Wali Nagari serta unsur terkait lainnya sedang melakukan rapat internal guna menyikapi aksi protes massa yang berujung anarkis tersebut.”Saya masih rapat terkait hal ini,” pungkasnya.

Sementara saat dihubungi melalui via seluler, Wali Nagari Sontang Cubadak, Hendra belum bisa menjawab panggilan wartawan. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional