Menu

Kecanduan Video Porno, Adik Sepupu jadi Bahan Praktek hingga Hamil

  Dibaca : 299 kali
Kecanduan Video Porno, Adik Sepupu jadi Bahan Praktek hingga Hamil
Iptu Roy Sinurat, Kasat Reskrim Polres Sawahlunto

SAWAHLUNTO, METRO
Gara-gara kecanduan nonton film porno, remaja berinisial A (16) yang tak mampu mengendalikan nafsu birahi malah menjadikan adik sepupu perempuannya yang masih pelajar SMP sebagai bahan praktek. Namun, aksi bejat pelaku akhirnya terbongkar lantaran keluarga mendapati korban sudah hamil.

Aksi pencabulan itu terjadi di Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Kontan saja, ibu korban yang tak terima anaknya berinisial W (14) telah dihamili, langsung melaporkannya ke Polres Sawahlunto. Namun, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sawahlunto tidak melakukan penahanan terhadap pelaku lantaran masih di bawah umur.

Meskipun tidak ditahan, perkaranya yang menjerat pelaku A tetap diproses sesuai aturan yang berlaku. Dari hasil pemeriksaan, terungkap kalau pelaku A sudah dua kali melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan korban. Selain itu, pelaku dan korban juga tingga satu atap yaitu di rumah neneknya.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur melalui Kasat Reskrim Iptu Roy Sinurat mengatakan, tersangka dan korban merupakan saudara sepupu dan tinggal satu atap di rumah neneknya. Aksi pencabulan itu terjadi pada bulan April lalu, malam hari di kamar neneknya.

“Saat itu, korban sedang tidur pulas bersama adik tersangka di kamar neneknya. Tesangka A selesai menonton video porno tergiur melihat kemolekan tubuh korban. Tanpa pikir panjang, tersangka A langsung menyetubuhi korban yang sedang tertidur,” kata Iptu Roy, Rabu (14/10).

Iptu Roy menjelaskan, korban yang disetubuhi langsung terbangun, namun tersangka mengancam korban untuk tetap diam dan melayani nafsu bejatnya. Namun, setelah aksi pertama, tersangka malah kecanduan. Keesokan harinya, persisnya siang, tersangka kembali memaksa korban untuk bersetubuh.

“Siang itu, di rumah neneknya, karena hanya ada korban dan tersangka, karena keluarganya masing-masing sibuk dengan aktifitasnya di luar. Karena ketagihan, tersangka kembali melakukan aksi bejatnya kepada korban,” jelas Iptu Roy.

Ditambahkan Iptu Roy, tersangka tidak menyadari kalau aksinya mencabuli korban akan membuat korban hamil. Jadi, terungkapnya aksi pencabulan ini berawal kecurigaan dari ibu korban W terhadap anaknya yang sering muntah muntah.

“Ibu korban membawa anaknya ke Bidan Desa untuk berobat, ternyata setelah diperiksa ternyata W diketahui hamil. Orang tua kaget mendengarnya dan langsung bertanya kepada W siapa yang telah menyetubuhinya. Korban awalnya berusaha bungkam dan tidak mau bercerita,” ujar Iptu Roy.

Tetapi, setelah didesak keluarga, dikatakan Iptu Roy, korban pun akhirnya membongkar perbuatan bejat yang dilakukan tersangka. Korban mengakui kalau telah disetubuhi oleh tersangka A yang telah dianggap kakak kandungnya sendiri, karena mereka tinggal serumah.

“Karena yang menghamili masih saudara, orang tua korban dan tersangka berusaha menyelesaikan permasalahan ini melalui Ninik Mamak. Tetapi, tidak ada titik temu perdamaian, sehingga ibu korban melaporkannya ke Polres Sawahlunto didampingi tim P2TP2A Kota Sawahlunto,” ulas Iptu Roy.

Iptu Roy menuturkan, tersangka tidak ditahan dikarenakan dia koperatif dalam pemeriksaan ditambah pertimbangan masih dibawah umur dan cuma diwajibkan melapor. Sementara, korban kondisinya hamil lima bulan, dan trauma dengan kejadian yang dialaminya.

“Dari keterangan tersangka dua kali melakukan aksinya. Untuk proses hukumnya lanjut. Namun disesuaikan dengan sistem peradilan anak. Kita masih melengkapi berkas perkara agar segera bisa dilimpahkan ke Jaksa,” katanya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Sawahlunto Ety Zoirin mengatakan pihaknya mengetahui mengenai kasus ini dan telah melakukan pendampingan kepada korban W untuk memulihkan trauma psikis yang dialaminya.

“Kita konsisten memperhatikan tingginya kasus pencabulan di Kota Sawahlunto. Saat ini sudah ada empat kasus pencabulan yang merujuk pada kurangnya kontrol dan pengawasan dari orang tua. Banyak faktor penyebabnya dalam hal ini. Tapi P2TP2A selalu siap melakukan pendampingan dan bersinergi dalam pensosialisasian pentingnya penanaman iman dan kontrol keluarga juga orang tua terhadap anak-anak mereka,” pungkasnya. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional