Close

Kecamatan Kototangah Kebut Capaian Vaksinasi 70 Persen, Libatkan 13 Kelurahan dan Puskesmas

Ilustrasi Vaksinasi.

ADINEGORO, METRO–Antusiasme masyara­kat untuk ikut vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Kototangah cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang telah divaksin hingga awal De­sember ini. Tercatat vaksinasi di Kecamatan Kototangah untuk dosis I telah di angka 66 persen.

Camat Kototangah, Junie Nur Syamzah mengatakan antusias masyarakat untuk ikut vaksin sangat tinggi. Ini karena pihaknya bersama ASN kelurahan dan kecmaatan terus me­lakukan edukasi masyara­kat secara door to door tentang keamanan vaksin.

“Tak henti-hentinya ka­mi mengajak warga yang belum divaksin untuk segera datang ke Puskesmas terdekat. Ayo vaksin, jangan takut, insyaallah aman dan halal,”  ujar Junie, Minggu (12/12).

Dijelaskan, vaksinasi diikuti warga usia 18 tahun ke atas. Saat ini, pihak kecamatan terus mengebut capaian vaksinasi sampai di angka 70 persen. Hal itu dilakukan dengan melakukan vaksinasi massal di 13 Kelurahan dan Puskesmas.

“Kita bersyukur atas animo warga ikut vaksinasi dan imbau kepada warga yang belum untuk berpartisipasi segera. Jangan takut atau ragu,” ujarnya.

Ia menyampaikan, vak­sinasi tersebut manfaatnya dapat menambah imun tubuh dan mencegah penularan virus corona. Makanya, warga tidak perlu takut di suntik. Apabila ditemukan hal yang tidak diinginkan, tenaga kesehatan siap berikan penanganan.

“Masyarakat diperiksa dulu sebelum divaksin. Apabila tidak berdampak pada kesehatan tubuh, vaksin tidak dikasih,” paparnya.

Ia meminta kepada semua Lurah di Kecamatan Kototangah untuk me­rang­kul warganya ikut vaksinasi. Tak lupa melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, RW, RT. Supaya kasus corona zero di Kototangah dan kenyamanan warga terwujud.

“ASN Kelurahan harus jemput bola dan terus bergerak. Sinergisitas mesti dijalin dengan semua pihak,” ucapnya.

Untuk masyarakat yang telah vaksin lanjutnya, tetap terapkan Prokes da­lam beraktivitas dan penerapannya harus diawasi bersama-sama. Agar apa yang diinginkan terealisasi dan mata rantai penularan terputus.

“Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan mesti dibiasakan. Jangan kita lengah dan abai. Sebab, manfaatnya kita yang rasakan,” pungkasnya. Ia juga meminta peran niniak mamak, alim ulama dan tokoh ma­syarakat ikut menggelorakan gebyar vaksinasi di sekitar lingkungan tempat tinggal. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top