Menu

Kecamatan Guguak Panjang Gelar Musrenbang, Penanganan Banjir Menjadi Prioritas, BUKITTINGGI, METRO

  Dibaca : 698 kali
Kecamatan Guguak Panjang Gelar Musrenbang, Penanganan Banjir Menjadi Prioritas, BUKITTINGGI, METRO
Suasana Musrenbang kecamatan Guguak Panjang yang diikuti oleh unsur pemerintahan dan masyarakat. Dalam Musrenbang ini, juga dibahas tentang penanganan banjir

Pemerintah kecamatan Guguak Panjang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Aula Kantor Camat Guguak Panjang, Kamis (20/2). Kegiatan itu dibuka langsung Wakil Wali Kota Bukittinggi, didampingi Camat Guguak Panjang dan sejumlah Kepala SKPD.

Camat Guguak Panjang, Syanji Faredy, didampingi Sekcam, Imam Suharaoyo, menjelaskan, setelah dilaksanakan musrenbang tingkat kelurahan, pihaknya telah menerima usulan dari kelurahan untuk dibahas dalam musrenbang kecamatan. Alhasil dirumuskan 16 kegiatan yang diusulkan dalam musrenbang kecamatan, dimana secara keseluruhan, diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 10,4 miliar lebih.  ”Bidang infrastruktur dan sarana prasarana, kita usulkan 4 kegiatan dengan estimasi biaya sebesar Rp 2,5 milyar. Bidang ekonomi diusulkan 4 kegiatan dengan estimasi biaya Rp 750 juta. Bidang sosial budaya diusulkan 4 kegiatan dengan estimasi biaya Rp 1,26 miliar. Bidang pemerintahan, kita juga usulkan 4 kegiatan dengan estimasi biaya Rp 5,8 miliar lebih,” jelasnya.

Selain itu, juga diusulkan kegiatan lintas kecamatan. Seperti, lanjutan sambungan bandar dari Banda Redek ke Pulai Anak Aia, lanjutan sambungan trotoar/perbaikan trotoar dari Belakang Balok ke Bukik Cangang Kayu Ramang dan pembakuan nama jalan, gang dan penomoran rumah serta penentuan tapal batas wilayah kelurahan. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi, menyampaikan, musrenbang menjadi sarana paling penting untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, bukan bagaimana banyak usulan kegiatan infrastruktur. Karena daerah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama, dengan cara memberdayakan masyarakat di setiap kelurahan.

“Contohnya, mengatasi banjir atau genangan air, fungsi RT dan RW monitor dan kendalikan lingkungan harus dimaksimalkan. Bisa saja liat kondisi riol dan gerakkan warga untuk goro. Bukan hanya besandar pada perbaikan yang ditujukan pada pemerintah. Ini tanggung jawab bersama. Kami pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, karena memang realitanya kita selalu dapat banjir kiriman dari daerah tetangga. Selanjutnya kami juga minta masyarakat untuk tingkatkan kebersihan lingkungan secara bersama,” jelas Irwandi. Wawako menegaskan, tidak mungkin pemerintah menyelesaikan persoalan tanpa dukungan masyarakat. Pemko akan terus bekerja untuk memfasilitasi kebutuhan prioritas dari warga. “Meskipun tentu tidak semua terakomodir, namun secara perlahan kita coba untuk merealisasikannya,” jelasnya. (pry)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional