Menu

Kecam Penganiayaan Suporter Indonesia, Andre: Menpora Malaysia harus Minta Maaf

  Dibaca : 299 kali
Kecam Penganiayaan Suporter Indonesia, Andre: Menpora Malaysia harus Minta Maaf
KUNJUNGAN KERJA— Andre Rosiade mengikuti Kunjungan Spesifik Komisi VI DPR-RI ke pabrik pupuk Petrokimia Gresik, beberapa hari lalu. (Ist)

ADINEGORO, METRO – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI Andre Rosiade menyayangkan pengeroyokan yang diduga dilakukan suporter Malaysia kepada suporter Timnas Indonesia saat laga di Malaysia beberapa hari lalu. Andre mendesak Pemerintah Malaysia untuk minta maaf dan mengusut peristiwa itu dengan cepat.

“Beberapa waktu yang lalu Menpora Indonesia Imam Nahrawi meminta maaf ke Malaysia. Akibat kerusuhan di Gelora Bung Karno (GBK) saat laga Indonesia vs Malaysia. Sekarang ada suporter Indonesia yg dipukuli dan dianiaya di Malaysia. Saya dan pecinta sepak bola Indonesia menunggu pengusutan dan permintaan maaf dari Menpora Malaysia,” sebut Wasekjen DPP Gerindra ini, kemarin.

Sayangnya, harapan Andre itu seperti tak dihiraukan oleh pihak Malaysia. Bahkan, Kementerian Sukan dan Belia Malaysia (Menpora, red) Malaysia, Syed Saddiq seperti tidak merasa ada yang janggal. Dia hanya meminta pihak yang merasa dirugikan melapor ke polisi atas kejadian itu. Sampai Jumat (22/11) dia belum memberikan pernyataan permintaan maaf, baik di media sosial atau media mainstream.

“Bung Syed Saddiq anda jangan minta korban lapor Polisi. Anda harusnya proaktif. Pemukulan dan penganiayaan terjadi. Bahkan rekaman suporter Malaysia nyatakan Indonesia Anjing pun bisa disaksikan di media sosial. Saya tunggu langkah anda sebagai Menpora Malaysia. Jangan hanya Pencitraan,” tulis Andre dalam akun twitternya @andre_rosiade yang langsung dimention ke akun twitter Syed @SyedSaddiq .

Andre juga meminta Menpora saat ini Zainudin Amali agar memberikan reaksi atau kecaman keras tertulis kepada Malaysia. Karena, saat ini dalam sepakbola sangat digaungkan fair play dan no rasism.

“Suporter kita yang jauh-jauh datang ke Malaysia malah dihajar habis-habisan disana. Seharusnya, ini menjadi bahasan nasional dan segera ditindaklanjuti,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali mengecam pengeroyokan yang dilakukan suporter Malaysia terhadap pendukung Timnas Indonesia. Amali menyurati Menteri Sukan dan Belia atau Menpora Malaysia Syed Saddiq dan mengungkit pernyataan akan menyambut baik kedatangan suporter Indonesia ke Malaysia.

“Pada tanggal 22 November 2019, Kemenpora menyampaikan surat kekecewaan kepada Kementerian Sukan dan Belia Malaysia, yang ditembuskan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan pengurus PSSI,” kata Amali dalam keterangannya, Jumat (22/11).

Ada tiga poin inti surat tersebut. Salah satu poin surat itu adalah peristiwa kericuhan di GBK di mana Indonesia langsung meminta maaf kepada Syed Saddiq. Syed Saddiq, kata Amali, memaafkan kejadian itu dan berjanji menyambut baik kedatangan suporter Indonesia ke Malaysia.

“Kekecewaan Kemenpora terhadap insiden-insiden tersebut karena sehari setelah insiden suporter Indonesia di Stadion GBK saat pertandingan Timnas Indonesia versus Malaysia tanggal 5 September 2019, (eks) Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Sukan dan Belia Malaysia Syed Saddiq secara langsung pada tanggal 6 September 2019 pagi di suatu hotel di Jakarta,” sebut Amali.

“Dalam responsnya, Menpora Malaysia menerima permohonan maaf Indonesia dan mengucapkan selamat datang kepada suporter Indonesia saat nantinya akan menonton pertandingan 19 November 2019 di Kuala Lumpur dan akan disambut dengan ramah oleh suporter Malaysia, tetapi ini ternyata tidak sepenuhnya terjadi,” imbuh dia.

Poin kedua surat itu adalah Kemenpora akan meminta pihak kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas pengeroyokan yang sempat menimbulkan luka fisik pada suporter Indonesia (plus perampasan paspor). Kemenpora juga ingin kasus ini diselesaikan di jalur hukum secara transparan.

“Kemenpora juga akan meminta PSSI melaporkan insiden tersebut kepada FIFA karena saat pertemuan tanggal 6 September 2019 antara kedua Menpora, ternyata Menpora Malaysia juga tetap membiarkan Federasi Sepak Bola Malaysia untuk melaporkan insiden GBK ke FIFA meskipun Menpora Malaysia sudah menerima permohonan maaf Menpora Indonesia,” tegas Amali. (*/r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional