Menu

Kebutuhan Sapi Kurban di Pasaman 1.214 Ekor

  Dibaca : 1034 kali
Kebutuhan Sapi Kurban di Pasaman 1.214 Ekor
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf.
sapi masyarakat - posmetroweb

Sapi kurban.

PASAMAN, METRO–Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman menyatakan, kebutuhan sapi untuk Idul Adha 1436 hijriah mencapai 1.214 ekor. Itu berdasarkan kalkulasi kebutuhan kurban pada tahun lalu. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Nasrun mengatakan, kebutuhan hewan kurban di Pasaman tidak banyak berubah dibanding tahun lalu, yakni antara 1.100 sampai 1.200 ekor dan tahun ini diperkirakan mencapai 1.214 ekor.

“Kebutuhan hewan kurban di daerah ini cukup. Diperkirakan hanya naik 10 persen dari tahun lalu. Sebab itu, untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, daerah ini kemungkinan akan memasok sapi dari daerah lain, seperti Kota Payakumbuh, dan Sawahlunto,” kata Nasrun.

Dia menambahkan, peningkatan kebutuhan hewan kurban tersebut disebabkan selain adanya warga yang rutin setiap tahun melaksanakan kurban, juga kesadaran masyarakat untuk melaksanakan syiar Islam. Untuk hewan kurban, paling lambat sepekan sebelum hari Raya Idul Adha akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di lapangan.

Tujuannya, untuk mengecek kesehatan ternak kurban dengan cara mendatangi mushalla dan masjid, serta juga lokasi penjualan hewan kurban. “Hal ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hewan ternak yang akan dikurbankan pada hari raya besar itu sehat dan sesuai dengan kriteria,” jelasnya.

Nasrun menambahkan, bagi hewan yang tidak sehat akan dikeluarkan larangan untuk mengkonsumsi ternak yang dijadikan hewan kurban tersebut. Ternak yang akan dijadikan sebagai hewan kurban, sebaiknya harus memenuhi kriteria sehat, umur dua tahun keatas, bulunya mengkilat dan tidak sakit atau cacat serta tidak sapi betina.

“Kami berharap pelaksanaan kurban di daerah ini dapat berjalan baik dan lancar, sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Nasrun meminta agar peternak tidak menyembelih hewan betina. Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas sapi di wilayah itu. “Janganlah, kalau betina dilarang. Itu untuk menjaga perkembangbiakan sapi di daerah itu,” tukas Nasrun. (cr5)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional