Menu

Kebut-kebutan usai Pakai Narkoba di Kota Padang, Remaja Diproses Hukum karena Tabrak Pejalan Kaki

  Dibaca : 141 kali
Kebut-kebutan usai Pakai Narkoba di Kota Padang, Remaja Diproses Hukum karena Tabrak Pejalan Kaki
KEBUT-KEBUTAN— Remaja berinisial AI (19) yang kebut-kebutan saat mengemudikan mobil dengan kondisi di bawah pengaruh narkoba diamankan Polisi.

PADANG, METRO–Terbukri urine-nya po­sitif mengkonsumsi sabu dan ekstasi, sopir mobil Daihatsu Sigra BA 1549 GB yang sempat kebut-ke­butan di jalanan lantaran dipengaruhi dosis narkoba, diproses hukum oleh Sat­lantas Poresta Padang atas kasus menabrak pejalan kaki.

Meski diproses huku, pelaku berinisial ALK (19) yang masih remaja ini tidak dilakukan penahahanan. Hanya saja, mobil yang dikemudikannya itu di­kandangkan di Kantor Unit Laka Lantas Polresta Pa­dang untuk dijadikan se­bagai barang bukti.

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Alfin me­nga­takan, kasus ini kini di­tangani unit kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Ken­daraan yang digunakan telah disita sebagai barang bukti. 

“Sementara kami pro­ses di unit lakalantas. Kami tidak menilang, karena surat-surat kendaraannya lengkap,” kata Alfin yang dihubungi, Selasa (24/8).

Menurutnya, kasus ini ditangani unit lakalantas lantaran pengendera me­na­brak orang. Namun yang bersangkutan tidak dita­han. 

“Dapat informasi (tab­rak orang) setelah dicek ternyata memang ada kor­bannya dan saksinya. Ma­ka kami proses,” jelasnya. 

“Proses penyidikan di unit lakalantas. (Korban) kalau luka ringan kami tidak bisa menahan (pengen­dera). Proses tetap berja­lan, tapi mobil kami sita,” sambung Alfin. 

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polresta Padang, AKP Dedy Adrian­syah mengungkapkan, pi­hak­nya tidak bisa mem­proses pengendera terkait penyalahgunaan narkoba. Hal ini lantaran tidak di­temukan barang bukti. 

“Kemarin sudah kami interogasi, tapi tidak ada barang bukti (narkoba). Makanya kami kembalikan kasusnya ke Satlantas un­tuk penindakan,” kata dia. 

Dedy tak menampik pengendera tersebut po­sitif mengkonsumsi obat terlarang saat dilakukan tes urine. Hanya saja pi­hak­nya terkendala barang bukti. 

“Dites urine memang positif. Sebelumnya dila­kukan pemeriksaan hanya untuk pengembangan sa­ja,” tuturnya. 

Seperti diketahui, se­belumnya aksi ugal-ugalan pengendera ini di­ketahui oleh Bripka Alfi Salim, sa­lah satu personil dari Unit BM Satlantas Polresta Pa­dang yang ke­betulan me­lakukan patroli. 

Bripka Alfi langsung melakukan pengejaran. Aksi kejar-kejaran tak tere­lakkan. Awalnya, penge­jaran hanya untuk peri­ngatan atau sekedar im­bauan agar berhati-hati dalam berkendara. 

Namun, pengendera malah kabur. Berdasarkan informasi dari warga, di­katakan juga bahwa pe­ngendera minibus sempat menyenggol pejalan kaki.

Bripka Alfi akhirnya mengejar kendaraan ter­sebut agar tidak mem­bahayakan pengguna jalan lainnya. Bahkan saat pe­ngejaran, anggota Polan­tas ini sempat terjatuh. 

Pengejaran berlang­sung mulai Simpang Enam kawasan Pondok, Jemba­tan Siti Nurbaya hingga arah By pass. Pela­rian pe­ngendera ini ber­akhir di Perumahan Ba­riang, Keca­matan Kuranji.  Namun, saat akan dia­man­kan, pe­ngendera tersebut malah mengajak duel Brip­ka Alfi. Akhirnya dibawa ke Pol­resta Padang. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional