Close

Kebijakan Tidak Mudik Pengaruhi Jadwal Operasional, Peresmian Terminal Anak Air Menunggu Petunjuk Pusat

MENUNGGU DIRESMIKAN— Kondisi bagian dalam Terminal Type A Anak Air di Kota Padang yang sudah dalam tahap penyelesaian. Namun, untuk pengoperasional terminal, BPTD Wilayah III Sumbar masih menunggu petunjuk dari Kemenhub.

ANAK AIA, METRO
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Provinsi Sumbar masih menunggu petunjuk dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terkait rencana pengoperasian Terminal Type A Anak Air.

Hal ini diungkapkan Kepala BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar, Deny Kusdyana, Rabu (31/3). Deny mengungkapkan, meski pembangunan Terminal Type A Anak Air telah rampung. Namun, saat ini perlu dilakukan penyempurnaan terhadap terminal tersebut. Penyempurnaan bukan perbaikan, tapi penambahan kekurangan fasilitas terminal. Seperti, bagian emplasemen jalan di depan terminal yang membuat bus yang masuk, terkendala sewaktu melakukan manuver.

“Kondisi ini terjadi karena di depan terminal ada tanggul badan jalan, kita tidak bisa apa-apa karena tekendala kewenangan. Di depan juga ada sungai yang perlu penanganan yang tidak sederhana. Apalagi untuk penyempurnaan ini juga belum masuk dalam isi kontrak kemarin,” ungkap Deny.

Diakuinya, dengan emplasemen yang ada sekarang, bus-bus besar terbatas melakukan manuver masuk terminal. Terutama bus yang ukuran 12 meter model lama, dengan pergerakan beloknya yang terbatas. Sementara, ada bus yang ukuran 13 meter bisa belok sekali saja bisa masuk, dengan kecanggihan tekhnologinya.

Penyempurnaan lainnya, emplasemen bagian depan untuk kendaraan pribadi juga belum menyambung. Sedangkan yang akan bermanuver di bagian depan juga banyak kendaraan besar. Dikuatirkan akan menimbulkan kesemrawutan jika bersamaan dengan masuknya kendaraan pribadi ke terminal. Jika ini terjadi maka membuat pengguna jasa tidak mau masuk ke terminal.

Termasuk juga penyempurnaan bagian jalan utama menuju keluar-masuk terminal yang masih terhambat. Deny mengungkapkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar. Dari hasil koordinasinya, pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar menyatakan kesiapannya melebarkan sisi rel kereta api di depan Jalan Adinegoro Padang.

“Pihak Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar minta data sampai berapa meter dilebarkan untuk pemasangan palang pintu. Ini yang kita siapkan,” terangnya.

“Kita tetap mengadopsi semuanya. Penyempurnaan harus ada. Kita usulkan ke pemerintah pusat. Kita menunggu apakah ada anggaran sisa kontrak untuk diprioritaskan. Kita juga minta pandangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dinas Perhubungan Kota Padang, Organda dan termasuk Balai Perkeretapian serta Dinas PUPR Provinsi Sumbar juga,” ujarnya.

Deny juga mengungkapkan, jelang persiapan pengoperasian terminal ini, BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar juga akan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder, Kamis (1/4). “Melalui rapat koordinasi, kita minta pandangan masing-masing stakeholder. Termasuk juga dari Organda. Secara sepintas Organda mendukung. Namun, kita berharap ada komitmen bersama nantinya,” ungkapnya.

Selain perlu melakukan penyempurnaan, kebijakan pemerintah pusat untuk tidak mudik tahun ini juga mempengaruhi jadwal pengoperasian terminal ini. “Untuk efektivitas pengoperasiannya kita akan kordinasi dengan pusat. Sudah fix sepertinya disampaikan pemerintah tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 tidak ada pergerakan mudik. Bagaimana tekhnis dan aturannya sedang dilakukan pembahasan terus menerus,” ungkapnya.

Untuk pengoperasian Terminal Type A Anak Air ini, BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar akan meminta arahan pemerintah pusat. “Apakah dengan kondisi seadanya seperti ini, terminal ini lanjut operasionalnya saat Lebaran nanti? Kita belum tahu. Namun, kalau dari pemerintah pusat, hasil koordinasi terakhir, sekitar Agustus 2021 nanti peresmian,” terangnya.

Jika memang diresmikan Agustus nanti, maka dengan harapan, ada waktu penyempurnaan terminal. Karena sampai sekarang belum ada anggarannya. “Tapi kalau memang diperintahkan operasional pada Lebaran nanti, dengan kondisi sekarang ini, tentu kita butuh dukungan rekan-rekan stakeholder, harapnya.

Pasalnya, jika dipaksakan harus operasional Lebaran nanti, dikuatirkan saat hujan, kondisi terminal akan semrawut. Karena rigit badan jalan akan dipenuhi parkir kendaraan pribadi. “Kalau musim panas bisa di parkir di bagian lahan tanah. Tapi kalau hujan kendaraan pasti parkir di badan jalan yang sudah rigit. Dikuatirkan terjadinya kepadatan dan kesemrawutan,” ungkapnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top