Menu

Kebersamaan Meninggalkan Kenangan Bersama Warga, TMMD ke-110 Mentawai Ditutup

  Dibaca : 82 kali
Kebersamaan Meninggalkan Kenangan Bersama Warga, TMMD ke-110 Mentawai Ditutup
PENUTUPAN — TMMD ke-110 di Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi ditutup langsung Kasiter Korem 032/Wrb, Kolonel Kav Husnizon, Rabu (31/3) di Aula Kantor Bupati Kepulauan Mentawai.

MENTAWAI, METRO
Meski telah resmi ditutup, Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-110 di Kabupaten Kepulauan Mentawai meninggalkan berbagai cerita menarik. Kegiatan TMMD selama satu bulan lamanya, bagi Anggota satgas TMMD yang sudah berkeluarga, terasa cukup lama dan menimbulkan rasa rindu untuk bersua dengan keluarga dan anak-anak.

Suatu waktu, di tengah kesibukan kegiatan TMMD, tiba-tiba anak dari salah seorang warga Desa Bukit Pamewa meminta digendong kepada salah seorang Anggota Satgas TMMD. Tanpa ada keraguan, Anggota Satgas TMMD itu spontan menggendong anak yang hendak mau berangkat naik mobil yang ditumpangi warga di salah satu jalan, di Desa Bukit Pamewa.

“Tiba-tiba salah satu anak warga minta gendong. Langsung saya gendong. Mungkin ini salah satu cara melepaskan kerinduan kepada anak melalui, anak warga di lokasi TMMD,” kata salah seorang Anggota Satgas TMMD yang menggendong anak itu.

Terlihat raut wajah anak gembira bisa bertemu dengan Satgas TMMD, sehingga anak tersebut berani minta digendong. “Nanti kalau sudah besar nak, masukan saja menjadi anggota TNI. Kalau dilihat, ada kemauan menjadi anggota TNI,” kata Satgas TMMD itu.

Awalnya, untuk silahturahmi dengan Satgas TMMD, anak tersebut masih ada rasa takut. Tetapi lama kelamaan si anak langsung dekat dengan Satgas TMMD. Begitu juga warga yang lain. “Kita merasakan hal yang sama, ingin bisa berkumpul dengan keluarga dan anak di kala libur dan mereka juga merasa bahagia dan senang,” ungkap Satgas TMMD itu.

Lain halnya cerita Anggota Satgas TMMD, Prada Naldo. Dirinya saat TMMD mempelajari pembuatan makanan subbet. Yakni, makanan tradisional Kabupaten Kepulauan Mentawai, di Dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat Kecamatan Sipora Utara. Untuk mempelajari pembuatan subbet ini, Prada Naldo memanfaatkan waktu istirahat siang, sekaligus silahturahmi dengan Wati, warga di Dusun Mapaddegat untuk belajar membuat makanan tradisonal itu.

Untuk bahan bakunya tidak sulit didapatkan. Bahan dasarnya keladi dicampur dengan kelapa parut dan pisang. Keladi adalah jenis umbi-umbian yang mirip dengan talas. Karena banyak tumbuh di Kepulauan Mentawai, keladi dijadikan bahan makanan pokok warga di daerah ini. Cara pembuatannya sesuai selera. Selain keladi, bahan utama makanan ini, pisang, kelapa parut, garam serta gulai ikan atau daging.

Masyarakat menggunakan alat tradisional untuk menghaluskan bahan makanan dari keladi itu. Alat tersebut disebut tutudduk (alat penumbuk dari kayu) dan lulak (sejenis baki kayu). Prada Naldo ingin belajar cara membuat masakan khas ini, karena sering dimakan ketika warga menghantarkan makanan di lokasi TMMD. Subbet disajikan bersama taburan parutan kelapa yang nikmat dan gurih. Masyarakat Kepulauan Mentawai suka menyantap subbet bersama gulai ikan atau lauk pauk yang dimasak dalam bambu ataupun disalai (diasap). Subbet dalam sajian yang lebih modern dihidangkan dengan parutan keju, sebagai ganti kelapa parut. Prada Naldo merasa senang karena pengetahuannya tentang masakan khas subbet di Desa Tuapejat bertambah.

Resmi Ditutup
Berbagai cerita tersebut kini tinggal kenangan. Karena TMMD ke-110 di Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi ditutup oleh Kasiter Korem 032/Wrb, Kolonel Kav Husnizon, Rabu (31/3) di Aula Kantor Bupati Kepulauan Mentawai.

Turut hadir saat penutupan TMMD, Danlanal Mentawai, Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Mu,at Kakansar Akmal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, dan beberapa Kepala OPD lainnya.

Selama pelaksanaannya, TMMD telah berhasil membuka jalan sepanjang 5 kilometer di Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara. Ini merupakan kegiatan pembukaan jalan tahap ke dua. “Kita berharap, pembukaan jalan ini selesai hingga titik lokasi terakhir dari Desa Bukit Pamewa ke Desa Betumonga, bagian pantai barat Sipora”, ujar Husnizon.

Selain itu, berkat kerjasama Badan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan Baznas Provinsi Sumbar, juga direhab lima unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) selama program pra-TMMD. Juga ada kegiatan pembangunan beberapa sarana ibadah.

Untuk sasaran non fisik, melalui TMMD juga dilaksanakan sosialisasi, pembinaan dan pelatihan untuk menambah pengetahuan masyarakat desa. Juga ada kegiatan penyuluhan bahaya narkoba serta protokol kesehatan Covid-19. “Kebersamaan dengan masyarakat, kita pastikan tetap terjalin erat sampai kapan pun, walau program TMMD ini sudah selesai tahun ini,” ujarnya.

“Semua program yang sudah dikerjakan telah selesai dilakukan oleh Satgas TMMD Kodim 0319 Mentawai. Hari ini, kita menyerahkan yang kita selesaikan dalam program TMMD ke-110 kepada Pemkab Kepulauan Mentawai,” tambahnya.

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, hasil pembangunan melalui program TMMD yang dikerjakan TNI bersama masyarakat, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik. “Harapan kita, jalan yang dibuka melalui TMMD bisa tembus ke Desa Betumonga bagian pantai barat. Jalan ke desa tersebut tinggal beberapa kilometer lagi,” harapnya.

Melalui kegiatan TMMD, masyarakat di daerah pedalaman di Kepulauan Mentawai mendapatkan akses pembangunan yang layak. “Kegiatan TMMD juga menggelorakan kembali semangat gotong royong serta kebersamaan kepada masyarakat,” ujar Yudas.(rul/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional