Menu

Kebakaran Hebat, 4 Rumah Tinggal Puing

  Dibaca : 180 kali
Kebakaran Hebat, 4 Rumah Tinggal Puing
PADAMKAN API— Petugas Damkar dibantu masyarakat berupaya memadamkan api yang membakar empat rumah di Kampung Talang Kayu Jao, Nagari Sungai Sirah, Kecamatan Silaut.

PESSEL, METRO
Kebakaran hebat terjadi di Kampung Talang Kayu Jao, Nagari Sungai Sirah, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Selasa (5/1) 11.45 WIB. Akibat kebakaran itu, sebanyak empat unit rumah semi permanen berikut dengan perabotannya ludes dilahap si jago merah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp750 juta. Pasalnya, api yang cepat membesar dan menyebar, hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan. Bahkan, saat terjadi kebakaran, warga setempat dibuat panik.

Sebelum petugas Damkar bersama mobil pemadam datang, warga setempat sempat berusaha melakukan pemadaman dengan menggunakan alat seadanya. Warga bahu membahu menyiram air ke titik api dengan harapan api bisa dipadamkan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Api malah makin mengamuk, ditambah angin yang memang agak kencang. Dari satu rumah yang terbakar, malah menyebar ke tiga rumah lainnya yang bersebelahan. Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan air hingga kebakaran itu bisa didapamkan.

Sementara, penghuni rumah hanya bisa menangis histeris memadang rumahnya yang sudah dihuni bertahun-tahun tinggal puing. Empat rumah yang terbakar diketahui milik Feri Saputra (31), Jusmaida (41), Hendra Irawan (40), dan Ridwan (55). Kini, para penghuni rumah yang terbakar, terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudaranya..

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pessel, Dailipal mengatakan, empat rumah yang terbakar itu semuanya terbuat dari kayu dengan status semi permanen. Karena bangunannya yang berbahan mudah terbakar, membuat api dengan cepat membesar dan menyebar.

“Dari keterangan saksi bernama Boteliadi (40) dan Iswahyudi (41), mereka melihat api pertama kali berasal dari rumah milik korban Feri Saputra yang ditinggalkan. Kemudian api menjalar ke rumah yang lain,” kata Dailipal.

Dijelaskan Dailipal, masyarakat sekitar berusaha memadamkan api dengan dibantu oleh mobil Damkar dari Tapan, Kabupaten Pessel dan Muko-muko, Provinsi Bengkulu agar api tidak menjalar lebih luas ke bangunan lain.

“Api baru bisa dipadamkan setelah petugas berjibaku hampir dua jam lamanya. Dari hasil penyelidikan awal di lapangan, diduga api berasal akibat arus pendek dari rumah korban Feri Saputra. Namun, untuk penyelidikan lebih lanjut kami serahkan ke pihak kepolisian. Kerugian kami taksir mencapai Rp 750 juta,” katanya.

Petugas Damkar Alami Kecelakaan
Seorang petugas Damkar bernama Alber Kusuma Hanggi (30), mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju lokasi kebakaran, tepatnya di di kawasan Dusun Baru Tapan. Petugas tersebut dikabarkan jatuh dari mobil pemadam dan menderita luka cukup serius, sehingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat.

“Jadi, anggota kita ini terjatuhnya dalam perjalanan, bukan pada saat pemadaman. Anggota saya itu mengalami luka robek di dagu dengan lima jahitan dan patah pada dua gigi bagian depan. Setelah kejadian, anggota tersebut dilarikan ke Puskesmas Tapan,” kata Dailipal. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional