Menu

Kebakaran di Lapas Tangerang, Lapas Muaro Lakukan  Antisipasi, Colokan dan Kabel Listrik di Kamar Warga Binaan Disita

  Dibaca : 243 kali
Kebakaran di Lapas Tangerang, Lapas Muaro Lakukan  Antisipasi, Colokan dan Kabel Listrik di Kamar Warga Binaan Disita
PEMERIKSAAN INSTALASI LISTRIK— Lapas Kelas IIA Padang langsung bergerak cepat dengan melakukan penertiban instalasi listrik pada seluruh blok hunian, tempat ibadah dan gedung perkantoran Lapas Kelas IIA Padang, usai kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, Rabu (8/9) dinihari. Petugas menemukan colokan dan kabel listrik yang sudah tidak layak pakai di kamar warga binaan.  

MUARO, METRO–Tragedi kabakaran yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Rabu (8/9) dinihari, membuat 41 warga binaan harus me­regang nyawa di tengah kobaran api. Selain itu, puluhan lainnya menga­lami luka bakar berat dan ringan yang dilarikan kebeberapa ru­mah sakit. Untuk mengan­tisipasi hal yang sama, Lapas Kelas IIA Padang langsung ber­gerak cepat dengan me­lakukan pener­tiban in­stalasi listrik pada se­luruh blok hunian, tem­pat ibadah dan gedung per­kantoran Lapas Kelas IIA Padang.

Seperti diketahui, keba­karan itu terjadi di blok C2 yang banyak dihuni narapi­dana kasus narkoba. Pener­tiban instalasi listrik dipim­pin Kepala Kesatuan Pe­nga­manan Lapas Bagus Dwi Siswandono, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Novri Abbas didampingi oleh Kepala Urusan Umum Ardin Sianturi, Kepala Sub Seksi Pelaporan Rhandy Altasa dan diikuti oleh jajaran pengamanan atas atensi langsung Kepala Lapas Kelas IIA Padang Era Wiharto.

“Kegiatan ini meru­pa­kan tindak lanjut dari surat edaran kepala kantor wila­yah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Ke­men­kumham) Sumbar No: W3.OT. 02.02-229 tanggal 8 September 2021 perihal pencegahan dan penang­gulangan keadaan darurat dan bencana pada UPT pemasyarakatan,” ujar Kalapas Kelas IIA Padang Eka Wiharto,” Ra­bu (8/9).

Dalam surat edaran yang terdiri atas 5 poin tersebut, Kakanwil R. An­dika Dwi Prasetya meminta seluruh jajaran pemas­yara­katan khususnya yang ada di Lapas dan Rutan agar melakukan upaya pen­cegahan dan penang­gulangan sesuai Kepu­tu­san Dirjenpas Nomor: PAS-57.OT.02.02 Tahun 2019.

“Poin tersebut di­anta­ranya yaitu, mem­bentuk tim siaga berasal dari regu pengamanan yang diberi peningkatan kapasitas un­tuk melakukan patroli rutin ke seluruh area Lapas baik dari dalam maupun luar bersamaan dengan patroli rutin harian. Ini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat dan bencana, serta atensi untuk melakukan koordinasi dengan instansi keamanan dan penang­gu­langan bencana setem­pat,” katanya.

Dilanjutkannya, salah satu langkah tanggap jaja­ran Lapas Kelas IIA Pa­dang terkait edaran Kakan­wil diatas adalah dengan melakukan kegiatan pe­ner­tiban yang merupakan upaya deteksi dini cegah terjadinya hal serupa se­per­ti yang baru saja di­alami oleh Lapas Kelas I Tangerang.

“Semua yang terjadi memberikan sebuah pela­jaran bagi kita semua untuk lebih teliti dan waspada lagi terhadap hal-hal yang ber­po­tensi menimbulkan gang­­­guan keamanan dan ke­­ter­tiban di dalam lapas. Untuk itu kedepannya akan dilakukan upaya-upaya lain seperti yang telah diatensikan oleh Kakanwil R.Andika dan tentunya pengawasan dan penga­ma­nan harus semakin di­per­ketat guna cegah hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” imbuhnya.

Dalam penertiban yang dilakukan ke 24 kamar hunian, 2 rumah tempat ibadah dan 9 ruang per­kan­toran, petugas setidaknya menyita belasan terminal colokan beserta kabel-ka­bel sudah tidak layak pakai yang berpotensi menim­bul­kan korsleting listrik.

“Seluruh blok hunian dan ruang perkantoran serta rumah ibadah sudah dila­kukan penertiban insta­lasi listrik. Untuk instalasi yang tidak layak dan tidak seha­rusnya juga telah dila­kukan pe­nyitaan. Semoga Lapas Kelas IIA Padang senan­tiasa dalam keadaan aman dan kondusif,” tutup­nya.

Seperti diberitakan, se­ba­nyak 41 orang nara­pi­dana (napi) tewas dalam keba­karan di Lapas Kelas I Tangerang, Kota Tange­rang, Banten, Rabu (8/9) dini hari. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa sejak berdiri selama 42 tahun Lapas Kelas I Tange­rang tidak mem­per­baiki instalasi listriknya.

Yasonna melanjutkan, dugaan sementara seperti disampaikan Kapolda Me­tro Jaya tadi adalah karena masalah arus pendek. Na­mun demikian Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab mu­sabab dari kebakaran ter­sebut.

Yasonna juga menga­kui bahwa Lapas Tange­rang ini sudah kelebihan kapasitas 400%, saat ini dihuni 2.072 orang. Yason­na mengungkapkan bahwa kebakaran mulai terjadi pada pukul 01.45 WIB di blok C2. Di blok itu terdiri dari beberapa kamar yang dikunci.

Petugas pengawas me­li­hat ada api dan lang­sung menghubungi pemadam kebakaran. Se­lang 13 menit kemudian pe­madam keba­karan da­tang. Tidak sam­pai 1,5 jam api bisa dipa­dam­kan.

Terkait banyaknya kor­ban jiwa, Yasonna meng­ung­kapkan bahwa itu ka­rena api menyebar dengan cepat dan kamar-kamar terkunci.

Menurutnya, 40 orang meninggal di tempat, 1 da­lam perjalanan ke ru­mah sakit, dan 75 selamat lang­sung dievakuasi. Be­berapa kamar sudah tidak me­mung­kinkan lagi untuk dibuka karena petugas tidak mam­pu menerjang api.

“Kita mencoba mema­dam­kan api menggunakan APAR, tapi tidak cukup karena api sudah mem­be­sar. Saya sudah lihat kon­disinya seperti apa,” ujar Yasonna. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional