Close

Kasus Sapi Kurban di Kota Bukittinggi Belum Terungkap, Kemenag Imbau Waspadai Calo

BUKITTINGGI, METRO–Kasus penipuan hewan kurban yang terjadi di Kota Bukittinggi beberapa waktu yang lalu, hingga saat ini masih belum terungkap. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama daerah setempat meminta kesabaran para jamaah yang menjadi korban dan mewaspadai agen hewan kurban agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi.

”Tentu kita berharap kasus cepat terungkap, saat ini sudah ditangani kepolisian, kami imbau jamaah tetap sabar me­nunggu dan bisa dijadikan pelajaran,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bukittinggi, Eri Iswandi, Rabu (8/3).

Menurut Eri Iswandi, pihak Kemenag terus meminta konfirmasi dari petugas kepolisian dan warga yang menjadi korban penipuan hingga Rp 250 juta. “Kemenag melakukan pemantauan jika terjadi permasalahan atau adanya tambahan korban dari kasus ini kami koordinasikan ke Kepolisian,”katanya.

Ia menegaskan dan memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya pengurus mesjid dan mushalla di Bukittinggi agar lebih berhati-hati da­lam penyelenggaraan Iba­dah Kurban.

”Kami imbau untuk me­waspadai para calo hewan kurban, perlu kedekatan dan jaminan jika terjadi permasalahan, apalagi ini menyangkut ibadah,”kata dia.

Kemenag juga mendorong pihak kepolisian untuk segera mendapatkan informasi terbaru dari kabur­n­ya terlapor inisial ALD.

”Kita doakan pelaku cepat ditemukan, sekali­pun banyak jamaah dan pengurus hanya bisa pasrah dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran di masa depan,”kata Eri.

Menurutnya, Kemenag hanya bisa melakukan imbauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan ibadah kurban karena teknis pe­nyelenggaraan diserahkan kepada panitia dan pengurus mesjid dan mushalla.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Wah­yuni Sri Lestari mengatakan pihaknya terus memburu pelaku melalui petunjuk yang didapat­kan. ”Percayakan kepada kami untuk kasus ini. Tim terus bergerak dan memiliki target, setiap perkembangan terus ditindaklan­juti,”ka­tanya.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penipuan sapi kurban terjadi di Kota Bukittinggi bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Puluhan jamaah mengalami kerugian karena hewan kurban yang telah dipesan dan dibayarkan tidak kunjung datang di hari pe­nyembelihan.

Kerugian ada di Mushalla Baitul Jannah dengan lima ekor Sapi serta dua Kambing, Alumni SMA 3 dengan lima ekor Sapi, dan Mushalla At Tawfik sebanyak dua ekor sapi serta RS. Bunda dengan satu ekor Sapi.

Kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta, Pelaku yang sudah dilaporkan oleh masing-masing korban hing­ga saat ini menghilang dan belum terkejar oleh pihak kepolisian. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top