Menu

Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Melonjak lagi, Tambah 16, Total sudah 742

  Dibaca : 428 kali
Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Melonjak lagi, Tambah 16, Total sudah 742
Jasman Rizal, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat

PADANG, METRO
Sempat melandai, penambahan kasus warga Sumbar yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona atau Covid-19 kembali melonjak. Rabu (1/7) ada penambahan 16 orang yang dinyatakan positif Covid-19 sehingga total kasus positif di Sumbar mencapai 742.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, berdasarkan pemeriksaan 697 sampel swab di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, terkonfirmasi sample yang positif bertambah 16 orang.

“16 orang pasien tersebut di antaranya 13 orang dari Kota Padang, dua orang dari Kabupaten Padang Pariaman dan satu orang dari Bukittinggi. Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 7 orang lagi, sehingga total pasien Covid-19 yang sembuh di Sumbar menjadi 607 orang atau 81,80 persen dari jumlah kasus,” kata Jasman.

Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia 31 orang atau 4,18 persen. Jadi pasien Covid-19 terisa 104 orang yang masih dirawat di rumah sakit, karantina dan isolasi mandiri.

“Dalam hal ini, tidak bosan-bosannya kami mengingatkan pesan Gubernur Sumbar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumbar, agar masyakat tetap waspada. Jangan menganggap bahwa dengan telah bebasnya beraktivitas, seakan virus corona juga tidak ada lagi,” ujar Jasman.

Dijelaskan Jasman, justru dengan telah kembalinya aktivitas seperti biasa, protokol kesehatan harus bertambah ketat lagi kita lakukan. Tetaplah jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, jangan ada kontak fisik seperti bersalaman, seringlah cuci tangan, berbelanja kuliner perhatikan penjualnya apakah mematuhi protokol kesehatan atau tidak, terutama makanan yang terbuka dan lain-lain.

“Kembali kami ingatkan, agar penjual makanan yang sifatnya terbuka (rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain), agar para pelayan yang mengambil makanan untuk wajib selalu pakai masker dan tidak bicara di depan makanan tersebut. Kita semua berhak untuk menegur dan mengingatkan pelayan dan pemilik rumah makan agar mewajibkan semua karyawannya memakai masker dengan benar,” ungkap Jasman.

Jasman menuturkan, masih banyak – pelayan makanan memakai masker hanya sampai dagu dan mereka masih berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan sangat berbahaya bagi orang lain.

“Sebaiknya mari saling ingatkan demi kesehatan kita semua. Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tegasnya. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional