Menu

Kasus Perusakan Kantor KONI Sumbar, Polisi segera Minta Keterangan Saksi

  Dibaca : 181 kali
Kasus Perusakan Kantor KONI Sumbar, Polisi segera Minta Keterangan Saksi
BERSIHKAN KACA— Pegawai Sekretariat Kantor KONI Sumbar membersihkan pecahan kaca yang berserakan bekas dilempar orang tak dikenal (OTK).

PADANG, METRO
Menindaklsnjuti laporan kasus pengrusakan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, polisi segera memanggil saksi untuk meminta keterangan beberapa orang saksi. Pengambilan keterangan saksi ini pascasaksi pelapor telah melaporkan kasus pengrusakan ke Mapolsek Padang Barat, Minggu (23/8).

Kapolsek Padang Barat AKP Martin mengatakan, setelah saksi pelapor melaporkan kasus pengrusakan tersebut, juga telah dilaksanakan olah TKP. Dan polisi telah mengambil barang bukti (BB) seperti kaca dan batu. ”Namun, hingga kemarin polisi belum mengambil bukti-bukti seperti rekaman CCTP yang ada di Kantor KONI Sumbar tersebut,” ujar Martin, Senin (24/8).

Soal kasus ini Polsek Padang Barat cukup memberikan perhatian atas kasus perusakan kantor KONI yang terjadi pada Minggu dinihari (23/8) di bilangan Jalan Rasuna Said. ”Kita memberikan atensi atas kasus perusakan kantor KONI Sumbar, karena dekat lokasinya dengan kantor Polsek Padang Barat,” kata Martin.

Martin menyampaikan, Polsek Padang Barat dalam waktu dekat segera memanggil para saksi saksi serta pelapor dari KONI Sumbar untuk memproses kasus tersebut. ”Saat ini progres kasusnya sedang dalam tahap lidik. Dalam waktu dekat akan kita surati saksi saksi dan pelapor, serta meminta rekaman CCTV di sana. Hingga saat ini siapa yang melakukan belum jelas, setelah kita periksa saksi saksi dan pelapor, baru bisa diketahui siapa pelakunya,” kata Martin.

Pelaku kejahatan pengrusakan, sebut Martin diancam dengan Pasal 406 tentang perusakan barang, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan. Selain itu Martin, tidak menampik dalam kasus ini ada upaya damai. Namun, ia belum bisa menyimpulkan karena ia belum meminta keterangan saksi dan kepada siapa mengarah pelakunya. Kalau ada pihak menginginkan upaya damai itu akan sah-sah saja. Selian itu, Ia belum bisa menyimpulkan indikasi pelakunya mengarah kemana, kaerna polisi hingga sekarang masih melakukan penyelidikan.

Sementara, Sekum KONI Sumbar Irnaldi Samin meminta,aparat polisi mengusut tuntas kasus pengrusakan kantor KONI ini. Walaupun secara material karugian hanya mencapai lebih kurang senilai Rp 8, 5 juta. Namun, yang cukup disayangkan sikap aksi premanisme yang telah menciderai nilai-nilai sportifitas olahraga. “Kalau tidak ditindak secara tuntas dengan hukum, tentu kasus ini akan menjadi preseden buruk terhadap dunia olahraga di Sumbar,” ujar Irnaldi.

Tidak itu saja sebut Irnaldi, jika kasus ini melibatkan oknum pengurus Cabor Sumbar yang atletnya lolos PON Papua, maka tidak menutup kemungkinan KONI bisa melakukan diskualifikasi terhadap atlet yang bersangkutan berangkat ke PON Papua tahun 2021 mendatang. (boy)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional