Menu

Kasus Perdagangan Kukang di Kabupaten Agam Dilimpahkan ke Jaksa

  Dibaca : 548 kali
Kasus Perdagangan Kukang di Kabupaten Agam Dilimpahkan ke Jaksa
HJ (45) yang terlibat kasus pedagangan satwa dilindungi jenis kukang, diserahkan ke Jaksa oleh penyidik Satreskrim Polres Agam.

AGAM, METRO–Penyidik Satreskrim Polres Agam melimpahkan kasus perdagangan satwa dilindungi jenis kukang atau dengan nama latin Nycticebus coucang yang menyeret HJ (45) warga Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Agam.

Kepala BKSDA Resort Agam Ade Putra  mengatakan, pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan oleh penyidik setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa. Menurutnya, kasus ini bermula ketika HJ ditangkap dan diamankan oleh tim gabungan BKSDA Sumatra Barat (Sumbar) dan Satreskrim Polres Agam.

“HJ diamankan di Pasar Bawan kecamatan Ampek Nagari kabupaten Agam, Rabu (24/3) sekitar pukul 15.30 WIB. HJ diamankan ketika membawa dan akan memperniagakan satwa langka dan dilindungi jenis kukang sebanyak dua ekor,” kata Ade, Kamis (20/5).

Dijelaskan Ade, awalnya satwa yang terancam punah itu dibawa dari Lubuk Sikaping kabupaten Pasaman menuju ke kabupaten Agam untuk dijual kepada pembelinya. Namun tindakan itu berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang mendapatkan informasi dari masyarakat.

“HJ sendiri sudah dipantau sejak tahun 2020, karena dicurigai terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi antar propinsi dengan modus menggunakan angkutan sewa travel yang digunakannya,” ungkapnya.

Ade menuturkan, bersama pelaku diamankan dua ekor kukang yang disimpan dalam dua buah kotak kecil bekas bola lampu, sepeda motor dan perangkat handphone yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

“Kondisi satwa kukang sendiri ketika dilakukan penangkapan sangat memprihatinkan. Pelaku menempatkan dan meletakannya di dalam dua buah kotak bekas tempat bola lampu yang kecil dan sempit sehingga membuat kukang terlihat stres karena susah untuk bergerak. Ketika dibuka, hal itu disaksikan oleh perangkat nagari Bawan dan puluhan warga yang menyaksikan penangkapan tersebut,” ujarnya.

Menurut Ade, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Agam dengan sangkaan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. “Sanksinya adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah,” ujarnya.

Kukang atau dengan nama latin Nycticebus coucang adalah jenis primata yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia. Sedangkan di internasional status konservasinya adalah terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan.

Barang bukti berupa dua ekor kukang saat ini dititip rawatkan ke BKSDA dan akan segera dilepasliarkan ke alam. Sementara perkara akan segera disidangkan di pengadilan negeri Lubuk Basung. (pry)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional