Menu

Kasus Penistaan Agama, Komisi III Dukung Polisi Beri Efek Jera

  Dibaca : 124 kali
Kasus Penistaan Agama, Komisi III Dukung Polisi Beri Efek Jera
PENISTA AGAMA— Tersangka dugaan kasus penista agama Muhammad Kece telah berhasil ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri.

JAKARTA, METRO–Tersangka dugaan kasus penista agama Muham­mad Kece telah berhasil ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri. Namun Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menyatakan untuk per­kara kali ini pemerintah tidak akan memberlakukan pendekatan restorative justice melainkan akan menempuh jalur hukum.

Kace akan disangkakan dengan pasal dugaan puja­ran kebencian berdasar­kan SARA menurut Un­dang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Keputusan itu pun direspons oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

Menurutnya, perilaku dari tersangka sudah sa­ngat meresahkan dan ber­potensi memecah belah bangsa, sehingga dirinya setuju bilamana Polri tidak menggunakan pendekatan keadilan restoratif ter­hadap kasus tersebut.

“Sebelumnya saya ingin memberikan apresiasi ke­pada Polri karena langsung tanggap memproses lapo­ran dari banyak pihak ter­kait dugaan ujaran keben­cian terhadap agama yang dilakukan tersangka. Saya pikir aksinya ini sudah sa­ngat meresahkan dan bah­kan bisa mengganggu sta­bilitas keamanan,” ujar Sahroni dalam ketera­ngan­nya, Selasa (31/8).

Selain itu, legislator Partai Nasdem menye­but­kan bahwa kasus ini adalah tantangan bagi Pol­ri untuk mampu menerapkan restorative justice namun tetap memberi efek jera. publik juga tentunya me­nunggu langkah polisi da­lam menerapkan prinsip reskorative justice yang tidak hanya memberi efek je­ra, maupun juga hu­manis.

“Saya setuju dengan Polri yang mengatakan bah­wa kasus ini tidak meng­gunakan pendekatan kea­dilan restoratif. Justru ini menj­adi tantangan yang po­sitif bagi Polri sendiri agar te­tap bisa menerap­kannya de­ngan baik, yaitu tinggal ba­gaimana seka­rang polri me­nerapkan restorative justice yang tak hanya mem­beri efek jera, namun juga hu­manis dan bisa mengu­bah si ter­sang­ka menjadi manusia yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta kepada kepo­lisian untuk melanjutkan perkara dengan tidak ha­nya memberikan efek hu­kum yang jera saja. Na­mun mampu membantu me­luruskan pemikiran ter­sang­ka terkait kehidupan bernegara dan beragama di Indonesia,

“Polri dalam huku­man­nya juga harus bisa melu­ruskan pemikiran tersang­ka agar ia memahami ba­gai­mana sih kehidupan saling menghormati dalam beragama dan bernegara itu. Tidak boleh dibiarkan ada orang yang menghina kelompok lain apapun ala­sannya,” pungkasnya. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional