Menu

Kasus Penganiayaan TNI di Bukittinggi, Berkas Lima Anggota Moge Dilimpahkan ke Kejaksaan

  Dibaca : 175 kali
Kasus Penganiayaan TNI di Bukittinggi, Berkas Lima Anggota Moge Dilimpahkan ke Kejaksaan
BERKAS MOGE— Berkas tahap satu kasus penganiayaan prajurit TNI oleh anggota Moge dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Jumat (6/11).

BUKITTINGGI, METRO
Penyidik Satreskrim Polres Bukittinggi melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penganiayaan dua prajurit TNI oleh rombongan pengendara Moge Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter ke kejaksaan setempat, Jumat (6/11).

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, menyebut, berkas yang dikirim terdiri dari dua bundel rangkap dua. Yakni, untuk pelaku anak di bawah umur dan untuk empat tersangka lainnya.

“Kami mengirimkan dua berkas, yang pertama berkas untuk anak yang berurusan dengan hukum kemudian satu berkas lagi adalah untuk 4 tersangka lainnya yang dewasa,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution.

Dijelaskan, dalam kasus yang menyita perhatian publik itu, pihaknya menetapkan lima tersangka dengan seorang di antaranya tersangka anak berkonflik dengan hukum. Mereka adalah MS dan kawan-kawan, dari anggota club moge HOG Siliwangi Bandung Chapter.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, empat tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 1e juncto Pasal 351 juncto Pasal 56 KUHP. Satu tersangka anak di bawah umur dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 1e juncto Pasal 351 juncto Pasal 56 KUHP juncto Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Selain disaksikan Wakapolres Kompol Indra Sandy Purnama Sakti dan Kasubbag Humas, AKP Robinhot Sitinjak, penyerahan berkas perkara tahap pertama oleh Polres Bukittinggi kepada kejaksaan ini, didampingi juga oleh Dandim 0304 Agam, Letkol Yosip Brozti Dadi, mewakili korban yang merupakan anggotanya.

Dandim mengapresiasi penyelidikan oleh kepolisian yang berlangsung cepat dan transparan. Hanya butuh satu pekan pasca kejadian, berkas perkara tahap pertama kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap dua anggotanya diserahkan Polres Bukittinggi kepada jaksa. “Proses hukum ini kami tetap mempercayai Polres Bukittinggi hingga tuntas,” sebutnya.

Diketahui, kasus penganiayaan oleh rombongan pengendara motor gede, HOG Siliwangi Bandung Chapter, terhadap dua prajurit TNI anggota intel Kodim 0304 Agam, terjadi di Jalan Hamka, Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, pada Jumat (30/10) pekan lalu.

Aksi penganiayaan bermula dari rombongan penunggang moge HOG Siliwangi Bandung Chapter yang rencananya menempuh roadshow bertajuk Low Way Up Sumatera Island. Konvoi moge beserta dua anggota Intel TNI sama-sama melintas di Jalan Dr. Hamka Kota Bukittinggi.

Kedua prajurit yang berboncengan ini sebelumnya sudah menepikan sepeda motor. Setelah rombongan utama moge berlalu, kendaraan Serda Mistari dan M Yusuf pun kembali masuk jalur. Masalah mengundang dari rombongan terpisah moge HOG Siliwangi Bandung Chapter.

Rombongan yang datang belakangan ini tiba-tiba menyalip dan menggeberkan gasnya ke arah sepeda motor dua Anggota TNI itu, hingga mereka oleng dan hampir jatuh dari kendaraan yang ditumpanginya. Cekcok mulut pun terjadi dan berakhir dengan aksi pemukulan oleh penunggang moge. Polisi dan beberapa warga terlihat dari rekaman video yang beredar, berupaya melerai aksi itu.

Akibatnya, dua prajurit tersebut mengalami luka lebam dan memar di bagian bibir, leher, perut hingga kepala. Kasus itu pun berlanjut ke pelaporan polisi yang dibuat oleh kedua TNI tersebut selaku korban ke Polres Bukittinggi.

Meski anggota klub moge telah melayangkan permintaan maaf dan upaya mediasi antara korban dan terduga pelaku sudah dilakukan, Polda Sumatera Barat dan Polres Bukittinggi tetap melanjutkan proses hukum kasus penganiayaan itu dengan telah menyeret lima orang tersangka dari anggota moge. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional