Close

Kasus KONI Padang Segera Disidang

BERSAMA--Kasi Pidum Kejari Padang Budi Sastera, Kasi Pidsus Kejari Therry Gutama dan Kasi Intel Roni Saputra.

PADANG, METRO–Berkas kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020 bakal dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Senin (27/6) mendatang. “Tinggal pelimpahan saja. Insya Allah Senin (27/6) berkas akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor,” kata Budi Sastera, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang yang menangani perkara kepada media, Rabu (22/6).

Mantan Kasi Pidsus Kejari Dharmasraya itu me­nuturkan, tim JPU saat ini tengah melakukan pe­nyem­­purnaan surat dakwaan. Ketiga tersangka diproses secara splitsing atau berkas terpisah. Untuk Tersangka Agus Suardi satu berkas sementara Tersangka Davitson dan Tersangka Nazar satu berkas.

“Dipisah untuk penguatan pembuktian saat si­dang nanti karena perannya beda-beda. Agus Suardi perannya sebagai Ketua. Tapi perbuatannya sama, mereka melakukannya ber­sama-sama,”  terang Budi Sastera yang juga menjabat Kasi Pidana U­mum Kejari Padang.

Sebelumnya diketahui, penyelidikan kasus ini di­mulai 16 September 2021 setelah Kejari Padang menerima laporan dari ma­syarakat tentang adanya dugaan korupsi dana hibah KONI Padang.

Menerima laporan itu, Kejari Padang memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi dan ketera­ngan. Mulai dari Kepala Bidang Kepemudaan Di­spora Padang Junaldi, Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KO­NI Padang Kennedi.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi memenuhi panggilan pada Senin, 20 September 2021. Sementara Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KONI Pa­dang Kennedi memenuhi panggilan Kejari Padang pada Selasa 21 September 2021.

Sebulan setelah itu pa­da 21 Oktober 2021, status penyelidikan naik menjadi penyidikan sesuai Surat Perintah Penyidikan (Sprin­dik) Kepala Kejari Padang Nomor 02/L.3.10/Fd.1/10/2021 tertanggal 21 Oktober.

Diketahui bahwa KONI Padang menerima bantuan dari hibah dari Pemko Padang. Bantuan dana hi­bah tersebut bersumber dari APBD Kota Padang dengan rincian pada tahun 2018 sebesar Rp 6.750.­000.000, pada tahun 2019 sebesar Rp 7.458.200.000, dan tahun 2020 sebesar Rp 2.450.000.000.

Pada Jumat (31/12) ta­hun lalu Kejari Padang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus du­gaan korupsi ini. Ketiga tersangka yakni Agus Su­ar­di, Davitson,  dan Nazar.  Berdasarkan hasil audit Tim Auditor BPK Provinsi Sumbar, perbuatan ketiga tersangka telah menimbulkan kerugian kerugian negara senilai Rp 3.117.­000.000.

Saat pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua pada Rabu (18/5) lalu, dua dari tiga tersangka yakni Davitson dan Nazar langsung ditahan di Rutan Kelas IIB Padang. Sementara Tersangka A­gus Suardi mangkir dengan alasan sakit.

Seminggu setelah itu, Senin (23/5) Tersangka A­gus Suardi akhirnya memenuhi panggilan penyidik untuk mengikuti proses tahap dua dan kemudian ditahan di Rutan Kelas IIB Padang. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top