Close

Kasus Kebakaran di Padang Tinggi, Rumah Ditinggal Mudik, Cek lagi Listrik dan Kompor

Plt Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Edi Hasymi mengimbau semua warga Kota Padang agar waspada terhadap kemungkinan kebakaran.

RASUNA SAID, METRO–Plt Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Edi Hasymi mengimbau semua warga Kota Padang agar waspada terhadap kemungkinan kebakaran. Karena beberapa waktu belakangan, kasus kebakaran marak terjadi.

“Yang rumahnya masih ditinggal mudik. Kalau lampunya hidup berhari-hari, minta tolong segera dimatikan. Karena bisa mengundang bahaya,” ujar Edi Hasymi, kemarin.

Ia menyebutkan, kasus kebakaran di Gunung Pangilun beberapa waktu lalu dan menewaskan satu keluarga, kemudian kasus kebakaran rumah kos di Koto Tangah yang menghanguskan 10 kamar, dan kebakaran di dekat kantor camat dalam waktu yang berdekatan, menjadi pelajaran agar meningkatkan kewaspadaan.

Kebakaran  biasanya dipicu karena korsleting, arus pendek. Penting untuk menyesuaikan  kapasitas listrik dengan beban yang diberikan.

“Jangan satu sambungan, semuanya di sana, ngecas di situ, kipas angin, rice cooker juga dipasang. Akibatnya terbakar,” tandas Edi.

Ia juga mengingatkan kepada pemilik ruko yang biasanya hanya memiliki satu pintu keluar agar memikirkan alternatif lain untuk keluar pada saat genting. “Artinya, setiap ruko itu harus ada pintu alternatifnya. Jangan satu saja,” tukasnya.

Disebutkan, data kebakaran yang tercatat sampai Mei 2022 cukup tinggi. Pada Januari, terjadi 15 kejadian, Februari 22 kejadian,  Maret 20 kasus, April 25 kasus, dan Mei 6 kasus kebakaran.

“Rata-rata penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik yg berada di atas plafon, korsleting arus listrik karena peralatan elektronik seperti kipas angin, TV, AC, ledakan kompor gas,” ulasnya.

Selama ini, kendala yang dihadapi petugas dalam hal menuju titik lokasi kebakaran sering terhalang oleh kerumunan warga ataupun mobil atau motor yang diparkir sembarangan di lokasi karena banyaknya masyarakat yang menonton kebakaran. Selain itu sumber pengisian air mobil damkar jauh atau sulit didapatkan.

“Kita mengimbau perhatikan instalasi listrik di rumah, kalau ada yang kabel yang rapuh, sambungan atau stok kontak yang aus segera ganti dengan yang baru. Kemudian, periksa kondisi peralatan memasak seperti kompor gas, kalau ada komponen yg sudah rapuh atau bocor segera diganti.” ulasnya.

Apabila meninggalkan rumah (bekerja atau pulang kampung) pastikan seluruh komponen yang menggunakan listrik dicabut dari steger atau stok kontak. Kemudian jangan membakar sampah sembarangan. Sedapat mungkin menyediakan APAR baik itu di rumah, kantor, toko atau tempat usaha.

“Bagi masyarakat yang melihat adanya kebakaran, segera melapor ke nomor 0751 28558,” pungkas Edi. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top