Menu

Kasus di Klaster Perkantoran Tinggi, DPRD Minta ASN Kurangi Kegiatan Kerumunan

  Dibaca : 149 kali
Kasus di Klaster Perkantoran Tinggi, DPRD Minta ASN Kurangi Kegiatan Kerumunan
Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Jumadi

SAWAHAN, METRO
Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Jumadi mengatakan, tingginya kasus Covid-19 di klaster perkantoran, disarankan agar ASN di instansi itu libur sementara sampai pulih. Namun dengan ketentuan, pelayanan pada warga tak terganggu serta demi meminimalisir korban terpapar.

“Wali Kota harus ambil sikap tegas, agar klaster perkantoran tak tambah parah serta warga tak cemas dalam mengurusi keperluannya,” ujar kader Golkar ini, Selasa (28/10).

Ia menyampaikan, sistem kerja ganjil/genap yang dirancang harus direalisasikan dengan maksimal dan jangan dilanggar. Supaya Covid-19 tak terus merangkak naik dan keselamatan ASN dan warga yang datang terwujud.

“ASN yang telah dibagi jam kerjanya mesti menerapkan apa yang diberikan serta pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan saat melayani masyarakat,” paparnya.

Anggota Komisi I DPRD Padang lainnya, Budi Syahrial meminta kepada ASN untuk mengurangi kegiatan kerumunan tak jelas di kantor. Sebab hal itu dapat menyebar virus corona dan kasus meningkat jadinya. “Bekerja saja di mejanya dan kerjakan apa yang bisa diselesaikan,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti menegaskan kepada ASN untuk memperketat penerapan protokol kesehatan, jika perlu berlapis. Supaya penyebaran tak terus terjadi per hari di klaster perkantoran.

“Perwako Nomor 49 Tahun 2020 harus lebih maksimal diterapkan, jangan sampai ini tak dihiraukan, sebab yang merasakan dampaknya juga semua warga,” ujar kader Gerindra ini.

Sebelumnya, saat ini penyebarannya virus corona ini paling berkembang terjadi di klaster perkantoran dan perbankan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid mengatakan, berdasarkan data di OPD tersebut, sebanyak 98 PNS di Pemko Padang dan Pemprov Sumbar terpapar Covid-19. Sedangkan 43 karyawan bank juga terkonfirmasi positif virus corona. “Angkanya meningkat cukup tajam di klaster perkantoran,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama Oktober 2020, penambahan positif Covid-19 di Padang selalu di atas 150 sampai 200 kasus perharinya. Dari 1 Oktober, jumlah kasus aktif cukup banyak. Positif Covid-19 lebih dari 3.000, setiap hari positif lebih 100, tertinggi pernah 300.

Meski angka kesembuhan kasus Covid-19 di Padang mencapai 56 persen terang Feri Mulyani, kasus aktif positif Covid-19 masih banyak. Kebanyakan kasus aktif positif Covid-19 ini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurutnya, 2.700 kasus positif Covid-19 yang aktif, di antaranya 160 orang menjalani karantina di lokasi milik Pemko Padang. Kemudian 70 orang melakukan karantina di BKPSDM Provinsi Sumbar di Padang Besi.

“Dirawat karena gejala berat dan sedang di RSUD Rasidin sebanyak 70 orang, di Semen Padang Hospital sebanyak 70 orang. Kemudian di RS Unand 70 orang dan di RSUP M Djamil Padang sebanyak 100 orang,” sebut Feri Mulyani. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional