Close

Kasus DBD di Bukittinggi Meningkat, 13 Kasus terjadi di Kelurahan Aua Kuning

BUKITTINGGI, METRO – Kasus gigitan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bukittinggi meningkat dari tahun lalu. Setidaknya, sejak Januari hingga Juni terjadi 101 kasus gigitan. Meski belum masuk Kasus Luar Biasa (KLB) yang menyebabkan kematian, namun jumlah tersebut hampir mendekati jumlah kasus pada tahun 2018 yang tercatat sebanyak 105 kasus gigitan.

“Jadi pada tahun 2018 itu selama setahun tercatat sebanyak 105 kasus gigitan nyamuk DBD, untuk tahun ini hingga Juni kemarin tercatat 101 kasus gigitan. Artinya, terjadi peningkatan kasus gigitan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Yandra Ferry, Kamis (4/7).

Peningkatan terjadi sebut Yandra, disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya mobilisasi penduduk yang berkunjung ke Bukittinggi, serta perubahan iklim memasuki pancaroba.

“Untuk kasus gigitan ini yang paling banyak terjadi di kawasan Tabek Gadang Kelurahan Aua Kuning yang tercatat sebanyak 13 kasus, dan selebihnya menyebar di kawasan lainnya yang ada di Bukittinggi,” jelas Yandra.

Yandra mengimbau kepada masyarakat Bukittinggi untuk melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan budaya 3M (Menguras, Menimbun, Menutup). “Memang belum masuk KLB, namun jumlah kasus meningkat. Artinya, perlu upaya pencegahan yang harus di sadari oleh kita semua,” imbaunya.

DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamukAedes Aegypti. Gejala DBD dimulai dengan demam selama 2-7 hari. Dapat disertai dengan dua atau lebih tanda lain, seperti sakit kepala, nyeri otot dan persendian, sakit belakang bola mata serta ruam/ bintik-bintik merah disekujur tubuh. Jika tanda itu mulai ada, menurut Ramlan, harus segera ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk berobat dan pemeriksaan darah di laboratorium.

Demam ini akan turun pada hari ketiga atau keempat dimana penderita akan merasa lebih baik. Padahal sebenarnya ini adalah fase kritis, dan akan muncul kembali pada hari keenam atau ketujuh (demam seperti pelana kuda). Manifestasi pendarahan lanjutan seperti mimisan, gusi berdarah, muntah dan BAB berdarah. Hasil laboratorium menunjukkan penurunan jumlah trombosit 100.000/ mm3, serta peningkatan hematokrit >20% dari normal.

Sementara itu, Mewaspadai kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bukittinggi, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengimbau masyarakat untuk mengetahui dan melakukan upaya pencegahan nya. Seperti, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap minggu di rumah, perkantoran, sekolah dan bangunan-bangunan.

Yaitu dengan cara 4 M Plus, menguras dan menyikat bak mandi, WC, dan tempat penampungan air di rumah tangga seperti talang air, dispenser, kulkas dan vas bunga. Kemudian, menutup tempat penampungan air seperti tempayan, drum dan lain-lain. serta mengubur, membuang dan memusnahkan barang bekas, dan terakhir memantau jentik di semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak di dalam maupun diluar rumah.

Selain itu Ramlan juga mengimbau menggalakkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan rumah, perkantoran dan sekolah. Bagi masyarakat yang beraktifitas diluar rumah bisa menggunakan repelant (lotion anti nyamuk) pada pukul 07.00-10.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB.

Berkaitan dengan Foging, menurut Ramlan bukanlah menyelesaikan masalah DBD. Tetapi hanya untuk memberantas nyamuk dewasa. Sedangkan jentik nyamuk tetap harus dibasmi dengan melakukan 4 M Plus. Apalagi foging menggunakan bahan beracun yang dapat menimbulkan efek sampai yang kurang baik pada kesehatan. (u)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top