Menu

Kasus Covid-19 Terus Naik, RSUP M Djamil Siapkan 192 Tempat Tidur

  Dibaca : 659 kali
Kasus Covid-19 Terus Naik, RSUP M Djamil Siapkan 192 Tempat Tidur
TINJAU— Dirut RSUP M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf didampingi Direktur Umum, SDM dan Pendidikan, Dovy Djanas di saat meninjau kondisi rumah sakit itu, Sabtu (16/5).

JATI, METRO
RSUP M Djamil Padang terus berbenah dan mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19. Pembenahan itu dilakukan agar tidak terjadi kewalahan dan gangguan dalam pelayanan kesehatan terhadap pasien.

“Di RSUP M Djamil awalnya menyiapkan delapan tempat tidur di ruang isolasi pada Februari lalu. Kesiapan tersebut untuk perawatan kasus MERS-Cov. Belum untuk kasus Covid-19,” ujar Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf didampingi Direktur Umum, SDM dan Pendidikan Dovy Djanas di RSUP M Djamil Padang, Sabtu (16/5).

Seiring adanya kasus Covid-19 ini, sebut Yusirwan, pihaknya menambah sebanyak 34 tempat tidur. Kemudian menjadi 80 tempat tidur. “Dan saat ini sudah tersedia sebanyak 112 tempat tidur. Dan akan ditambah lagi 80 tempat tidur pada bangsal bedah. Totalnya ada sekitar 192 tempat tidur disiapkan,” sebutnya.

Tidak hanya penambahan tempat tidur. Mulai 4 Mei, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah standar layanan Covid-19 level 3. Di samping membagi ruangan IGD atas tiga zona, yakni zona merah, kuning maupun hijau. Tiga zona tersebut didasari agar tidak terjadi penularan Covid-19. “Tidak ada satu pun pasien yang bisa lolos masuk ke IGD. Mereka harus menjalani standar layanan Covid-19,” tutur Yusirwan.

Mulai dari masuk IGD, sebut Yusirwan, pasien harus menjalani skrining terlebih dahulu. Tidak hanya melihat dari demam saja, pasien juga menjalani rangkaian uji laboratorium dan radiologi terlebih dahulu.

Sebelum uji PCR (Polymerase Chain Reaction) ungkapnya, jika pasien itu dari hasil laboratorium dan radiologi positif maka dinamakan orang tanpa gejala (OTG) atau orang dalam pengawasan (ODP). Mereka ini akan ditempatkan di zona kuning. “Jika pasien tersebut infeksius dengan gejala batuk makin menjadi maka dinamakan pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien infeksius tersebut kita tempatkan di zona merah. Sementara zona hijau untuk administrasi,” ucap Yusirwan.

Jadi, zona merah tersebut diartikan diperuntukkan bagi pasien yang dicurigai Covid-19 sebelum hasil uji PCR keluar. Jika hasil uji PCR positif, pasien ini ditempatkan di ruang isolasi. “Di ruang isolasi tersedia berbagai fasilitas, yakni ICU dengan empat tempat tidur, HCU empat tempat tidur dan bangsal 34 tempat tidur. Totalnya 42 tempat tidur,”sebutnya.

Di M Djamil tidak ada lagi bangsal ortopedi maupun syaraf. Yang ada hanya dua bangsal saja yakni bangsal surgical dan bangsal medical. “Dulunya, ada klaster rawatan VIP, kelas I, kelas II dan kelas III. Saat ini dibagi atas zona merah, kuning dan hijau. Tiga zona ini berlaku di seluruh bangsal,” jelasnya.

Yusirwan juga meminta rumah sakit umum daerah yang mempunyai sarana melayani pasien Covid-19 hendak melakukan rujukan ke M Djamil atas pasien Covid-19 dengan komorbid. Komorbid di sini dimaksudkan beberapa penyakit penyerta. “Ini agar teroptimalkan pelayanan kesehatan di M Djamil,” pinta Yusirwan, didampingi PPID RSUP Gustavianof.

Bagaimana dengan pelayanan ibu dan anak? Dijelaskan, awalnya M Djamil menyiapkan dua tempat tidur. Dikarenakan proporsional angka kesakitan Covid-19 untuk anak di bawah usia 5 tahun kisaran 0,0 sekian persen. “Jadi, ketersediaan tempat tidur tersebut berdasar proporsi tadi,” ucapnya.

Ternyata dalam perjalanan, sebut Yusirwan, banyak proses kelahiran dengan operasi sectio yang disertai komorbid. “Teman-teman di daerah tentu merujuk ke RSUP. Kondisi demikian tentu kewalahan. Dua tempat tidur yang tersedia tidak muat lagi. Bahkan sehari bisa empat atau lima operasi sectio di RSUP dengan pasien tersangka Covid-19,” sebut Yusirwan.

Atas kondisi demikian, sebut Yusirwan, pihaknya menelurkan kebijakan dengan menyiapkan bangsal anak dengan enam ruangan. Di mana, satu ruangan ada dua tempat tidur dan ada satu tempat tidur. Juga dilengkapi dengan fasilitas HCU. Begitu juga menyiapkan dua ruangan untuk bayi yang baru lahir dan bayi baru lahir dengan pasien positif Covid-19. “Dibangsal pun dibagi atas zona merah, kuning, hijau. Semua dengan standar pelayanan Covid-19. Dan tersedia ruangan dekontaminasi, penukaran APD dan kamar mandi tenaga medis,” sebutnya.

RSUP tidak lagi mengejar keuntungan. Pasalnya, Embun Pagi juga disulap sebagai bangsal untuk penanganan kasus Covid-19 dengan ketersediaan 26 tempat tidur. “Juga disediakan kamar istirahat bagi tenaga medis yang bertugas,” tutur Yusirwan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut tentunya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) serta ketersediaan alat pelindung diri (APD) mencukupi.

Perawat yang berada di zona merah dan isolasi, tutur Yusirwan, harus memenuhi sejumlah kriteria ditetapkan. Di antaranya usia perawat tidak boleh lebih dari 50 tahun dan tidak boleh komorbid. Sisanya ada kisaran 300 perawat yang harus melayani 550 pasien idealnya. “Setelah didiskusikan dengan gubernur atau pun wakil gubernur serta kepala Dinkes Sumbar, sebanyak 20 tenaga kesehatan dibantu dengan kontrak kerja selama dua atau tiga bulan. Alhamdulillah, kita terbantu dengan penambahan SDM tersebut,” ucap Yusirwan.

Ia menyebutkan untuk ketersediaan APD, semua petugas menggunakan APD level 3. “Untuk di IGD sendiri membutuhan 240 APD sehari. Belum lagi bangsal-bangsal.
Alhamdulillah, ketersediaan APD ini mendapat perhatian dari gubernur, wakil gubernur serta wali kota Padang,” ucapnya.

Ia menegaskan jika diandalkan keuangan RSUP M Djamil untuk memenuhi APD ini tidak akan sanggup. Pasalnya, keuangan rumah sakit sendiri merosot. Biasanya tingkat kunjungan poliklinik RSUP pada hari biasa mencapai 1.000 kunjungan dan 800 tempat tidur rawat inap terisi.

“Sekarang, tingkat kunjungan poliklinik RSUP kisaran 150 sampai 200 sehari. Meski demikian, kami tidak memikirkan keuntungan akan tetapi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Sumbar,” ungkapnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional