Menu

Kasus Covid-19 Naik, Kota Pariaman Terapkan PPKM Darurat

  Dibaca : 198 kali
Kasus Covid-19 Naik, Kota Pariaman Terapkan PPKM Darurat
Genius Umar

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan dengan naiknya status Kota Pariaman menjadi Assesmen level 4 (empat) sekarang telah dilakukan  Pembatasan Kegiatan Ma­sya­rakat (PPKM) Darurat di Kota Pariaman.

“Kita menerapkan PP­KM ini bersama Forum Koordinasi Pimpinan Da­erah (Forkopimda),” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Katanya, Kota Paria­man akan berlakukan PP­KM Darurat mulai  Minggu 18 Juli 2021. PPKM darurat dimulai dengan penye­katan pada 6 titik di Kota Pariaman, penutupan ob­jek wisata, pemberlakukan Work From Home (WFH) 75 %, pembatasan aktivitas masyarakat, tidak menge­luarkan izin untuk pesta, memberlakukan takeaway atau pesanan dibawa pu­lang dan menganjurkan untuk pelaksanaan salat dirumah,” ungkapnya.

Kota Pariaman meru­pa­kan salah satu kota yang harus menerapkan PPKM darurat karena perkem­bangan kasus Covid-19 yang terus meningkat sig­nifikan.

Aturan tersebut mulai diberlakukan pada Minggu (17/7) hingga Minggu (25/7). Saat ini Kota Pariaman berada pada level 4 pening­katan Covid-19, artinya Kota Pariaman berada pa­da zona merah.

“Kita akan lakukan pe­nye­katan pada 6 (enam) titik. Mulai dari jembatan kuraitaji, jembatan sampan, jembatan sunur, Sim­pang Apar, Pantai Gan­doriah, Simpang lapai dan patroli keliling untuk mela­kukan pantauan. Untuk izin keramaian seperti pesta, bagi masyarakat yang pes­tanya dilaksanakan dalam minggu ini, akan diberi izin dengan syarat tenda harus terbuka samping kiri dan kanan dan dijaga ketat oleh tim satgas Covid-19 Kota Pariaman. Apabila ditemui pelanggaran da­lam pesta tersebut, pesta akan dibubarkan,” jelas­nya.

Ia menambahkan Pem­ko Pariaman pada tahun ini tidak melaksanakan Salat Idul Adha. Kepada masya­rakat, Walikota mengan­jurkan kepada masyarakat Kota Pariaman untuk me­lak­sanakan salat dirumah namun bagi yang ingin melaksanakan salat dimes­jid, wajib menerapkan pro­kes yang ketat. Untuk yang ingin masuk ke Kota Paria­man, harus memper­lihat­kan sertifikat vaksin. Bagi pedagang pasar khusus pasar pagi akan dirapikan dansesama pedagang di­be­ri jarak dengan lokasi di terminal lama Kampung Pondok.

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksi­nasi, Pemko Pariaman masih memfasilitasi di puskes­mas – puskesmas di kota Pariaman. Kota Pariaman juga sedang mem­per­siapkan RSUD Sadikin Menjadi rumah sakit ruju­kan Covid-19 dengan pe­ra­latan yang lengkap. Untuk meman­tau akti­vitas warga, se­tiap desa melibatkan Du­balang dan lainnya untuk patroli ma­lam keliling sehingga atu­ran aktivitas hanya sam­pai jam 8 ma­lam bisa d­i­patuhi, “ tam­bahnya.

Ia berharap PPKM Da­rurat ini hanya berlaku selama 1 (satu) minggu ini. Kepada masyarakat di Kota Pariaman, dihimbau untuk selalu mematuhi prokes Covid-19 agar ter­pu­tusnya penyebaran Co­vid-19. Bagi yang mela­kukan isolasi mandiri, untuk tetap bertahan diru­mah agar Kota Pariaman bisa keluar dari zona me­rah.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional