Menu

Kasus Covid-19 Meningkat, Anggota DPRD malah Kunker ke Bali

  Dibaca : 55 kali
Kasus Covid-19 Meningkat, Anggota DPRD malah Kunker ke Bali
WAHAMN, METRO Di tengah kasus Covid-19 yang mengalami lonjakan signifikan di tanah air dalam beberapa pekan terakhir, bahkan menyentuh angka 8.000 kasus per hari, anggota DPRD Kota Padang malah tetap nekat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah.

SAWAHAMN, METRO–Di tengah kasus Covid-19 yang mengalami lon­jakan signifikan di tanah air dalam beberapa pekan terakhir, bahkan menyen­tuh angka 8.000 kasus per hari, anggota DPRD Kota Padang malah tetap nekat melakukan kunjungan ker­ja (kunker) ke sejumlah da­erah. Mulai Selasa (22/6) hingga lima hari ke depan, wakil rakyat ini akan me­ngun­jungi Bali dan Kota Pe­kanbaru.

“Kunker kali kini ber­langsung lima hari hingga Sabtu (26/6). Perjalanan dinas ini tergabung dalam Komisi I, II, III dan IV,” ungkap Wakil Ketua DPRD Padang, Arnedi Yarmen, kemarin.

Perjalanan dinas ini dilakukan para wakil rakyat di gedung bundar Sawa­han, usai pengesahan lapo­ran keterangan per­tang­gungjawaban APBD 2020, pada Senin (21/6) lalu.

Pantauan POSMETRO, kemarin, gedung DPRD terlihat parkirannya tak penuh. Hanya ada be­be­rapa kendaraan milik Se­kretariat Dewan yang nge­tem. Biasanya jika wakil rakyat ngantor, halaman parkir penuh sesak oleh kendaraan, bahkan melu­ber hingga luar gerbang gedung alias memakai ba­dan jalan.

Tak hanya itu, ruangan komisi dan fraksi-fraksi tampak kosong meja dan kursinya. Hanya ada ber­kas surat – surat milik de­wan yang terletak diatas meja.

Wakil Ketua DPRD Pa­dang, Arnedi Yarmen mem­­benarkan perjalanan dinas itu serta ini telah sesuai jadwal Badan Mu­sya­warah (Bamus) DPRD Padang dan perjalanan didampingi beberapa Se­kre­tariat Dewan.

“Kunker komisi tujuan­nya dalam rangka penga­yaan tugas-tugas komisi dan membandingkan de­ngan daerah yang disam­bangi dan menyamakan persepsi jika regulasinya jelas dan dibolehkan,” ujar kader PKS ini.

Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani menjelaskan, kunker Komisi DPRD rute­nya terbagi dan itu sesuai tupoksi masing-masing ber­­sama mitra kerjanya. “Kita berharap apa yang di­dapat nanti hasilnya da­pat diimplementasikan d­e­ngan maksimal,” jelasnya.

Ketika disinggung kasus corona yang tinggi, namun anggota dewan masih kun­ker, Syafrial Kani mengaku, perjalanan dinas sudah jelas mekanismenya dan anggota dewan menjalani prosedur yang ada dan menerapkan prokes.

Sementara Sekwan DPRD Padang Hendrizal Azhar mengaku kunker itu telah teragenda di Bamus. ”Jadi tak mungkin di­ba­talkan meskipun corona meningkat,” katanya sing­kat.

Diketahui, sebelumnya anggota DPRD baru saja pulang dari kun­ker, Sabtu (19/6) lalu dalam perjalanan pansus pembahasan LKPD TA 2020 dari pulau Jawa dan lain­nya.

Sedangkan, pada awal Juni, tepatnya 1 Juni, ang­gota DPRD tetap mela­ku­kan perjalanan dinas ke Pulau Jawa di tengah pan­demi corona. Mereka sing­gah ke Kota Bandung dan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kun­jungan kerja ini dalam dalam rangka Pansus 3 Ranperda Pemko Padang.

Arahan Presiden

Untuk diketahui  Pre­siden Joko Widodo membe­rikan arahan terkait pe­nanga­nan Covid-19 baik di sisi hulu maupun hilir. Ara­han ini disampaikan saat rapat terbatas melalui virtual, Senin (21/6). Menteri Koordinator Bidang Pere­konomian Airlangga Har­tarto mengatakan bahwa Jokowi memerintahkan untuk menguatkan dan memastikan implementasi kebijakan terlaksana ter­masuk Pemberlakuan Pem­­batasan Kegiatan Ma­sya­­rakat (PPKM) mikro hing­ga pelacakan.

Adapun kebijakan di sisi hulu yakni penguatan PPKM Mikro dengan penge­tatan Pembatasan Ke­gia­tan Masyarakat, yang akan diberlakukan pada 22 Juni sampai dengan 5 Juli 2021. Kedua, peningkatan jumlah testing yang harus dila­kukan oleh seluruh daerah, terutama daerah dengan jumlah dan tingkat kasus aktif tertinggi, minimal harus sudah memenuhi standar WHO.

Ketiga, peningkatan pe­lak­sanaan Tracing diting­kat komunitas mikro yakni De­sa/RT/RW dengan me­ng­optimalkan peran Pos­ko Desa sesuai penerapan PPKM Mikro. Pimpinan Da­erah harus menargetkan positivity rate di bawah 5 persen, dengan intensif­i­kasi testing dan tracing. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional