Menu

Kasus Corona Meningkat, RSUP Hentikan Jam Besuk

  Dibaca : 127 kali
Kasus Corona Meningkat, RSUP Hentikan Jam Besuk
KETERANGAN PERS— Dirut RSUP M. Djamil Padang Yusirwan Yusuf didampingi Direktur SDM, Direktur Keuangan, serta PPID saat memberikan keterangan pers di depan awak media, Kamis (29/4).

JATI, METRO
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang mulai meniadakan jam besuk untuk keluarga pasien. ditiadakannya jam besuk tersebut dikarenakan meningkat tajamnya jumlah angka positif covid-19 di Sumbar dalam dua pekan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur utama RSUP M. Djamil Padang Yusirwan Yusuf, dalam sesi jumpa pers Kamis (29/4). “Dalam jumlah yang meningkat tersebut dikhawatirkan adanya keluarga pasien yang hendak membesuk ternyata orang tanpa gejala (OTG) sehingga bisa menularkan ke pasien yang sedang dirawat,” ujar Yusirwan.

Hal yang paling dicemaskan pihak RSUP M. Djamil adalah banyaknya OTG yang akan menularkan dan berdampak kepada pasien-pasien yang sudah berusia lanjut. Selain itu, adanya penyakit bawaan (comerbid) yang jika terkena covid-19 akan berdampak buruk.

Untuk itu, sebut Yusirwan jam besuk untuk keluarga pasien ditiadakan sampai kondisi yang memungkinkan. Sementara itu, untuk penunggu pasien hanya diperbolehkan satu orang dan harus dilakukan tes swab terlebih dahulu.

“Untuk yang menunggu pasien hanya satu orang dengan syarat harus dites swab terlebih dahulu yang akan diberikan gratis oleh pihak rumah sakit. Apabila nantinya ada pergantian keluarga yang menunggu pasien, yang akan mengganti pun harus wajib tes swab dan hasilnya negatif, namun untuk tes swab dan antigen ini akan dikenakan biaya dan ditanggung sendiri oleh keluarga pasien,” sebutnya.

Selain itu Yusirwan mengatakan, bagi penunggu pasien akan dipasangkan gelang khusus yang tidak dapat dipindah tangankan, sehingga keterjaminan satu pasien satu penunggu bisa dilakukan.

“Untuk penunggupun tidak diperbolehkan keluar masuk setelah dilakukannya tes swab tersebut. Nantinya jika ada titipan barang ataupun pesan makanan, melalui satpam dan baru diberikan kepada pemesan,” ungkapnya.

Kemudian untuk pasien rawat jalan pun akan melalui proses yang harus dilalui, yaitu akan menjalani pemeriksaan khusus di poliklinik dengan memberikan form yang harus diisi. Jika salah satu isian form tersebut ada yang merupakan suspek covid-19, maka akan dimasukan ke poliklinik khusus dengan petugas berpakain lengkap.

“Agar hal ini dapat dimaklumi oleh masyarakat diluar sehingga tidak terjadinya salah paham antara pihak rumah sakit dengan keluarga pasien, dan demi menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama,” terangnya.

Diakui oleh Yusirwan, dengan adanya peningkatan jumlah positif dalam beberapa waktu belakang ini, membuat RSUP M. Djamil Padang kewalahan untuk menampung dan menangani pasien covid-19.

“Dengan kondisi covid yang sempat menurun beberapa waktu yang lalu, sehingga rumah sakit-sakit penunjang yang menyediakan ruang khusus isolasi memulai lagi pelayanan secara reguler, sehingga tinggal M.Djamil. Dengan adanya kenaikan yang secara mendadak ini, kami kebablasan sehingga terpaksa meminta kembali rumah sakit di daerah menyediakan kembali ruang khusus isolasi,”tuturnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional