Menu

Kasus Corona di Padang Terus Naik, Kadinkes Tolak Status Zona Merah

  Dibaca : 125 kali
Kasus Corona di Padang Terus Naik, Kadinkes Tolak Status Zona Merah
Feri Mulyani Hamid

AIAPACAH, METRO
Kepala Dinas Kota Padang, Feri Mulyani Hamid mengaku tak sependapat dengan status zona merah yang disematkan bagi kota bingkuang ini. Menurutnya, banyaknya kasus ditemui di Padang karena hasil tracking (pelacakan) secara menyeluruh.

“Kita menolak status itu. Kita tak sependapat. Yang jelas, kasus ditemui banyak karena kita rutin melakukan tracking kepada setiap yang positif,” sebut Feri Mulyani.

Ia menjelaskan, sejak awal hingga saat ini, jumlah masyarakat yang telah dites swab adalah sebanyak 41 ribu spesimen. Dari jumlah tersebut, yang positif ditemui hanya sebanyak 1.157 orang.

Angka 41 ribu menurut Feri Mulyani karena Padang rutin dan cepat melakukan tracking. Artinya ketika ditemui ada satu orang yang positif, semua orang yang pernah kontak dengan dia langsung diswab untuk memutus mata rantai penularan.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Padang dikarenakan kecepatan petugas dalam melakukan tracing (penelusuran) dan testing (pengujian). “Mereka yang ditemukan positif adalah orang-orang yang punya kontak erat dengan kasus positif sebelumnya. Ditemukan dari tracing yang dilakukan oleh petugas di lapangan,” tukas Mahyeldi, Sabtu (29/8).

Mahyeldi menjelaskan, temuan kasus positif tersebut berasal dari lingkaran perkantoran dan rumah sakit. Oleh karena itu seperti yang disampaikan Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand dr Andani, kalau seandainya yang positif diketahui atau terdeteksi, itu lebih bagus. Karena bisa cepat diisolasi dan dikarantina, sehingga mereka tidak berkeliaran menularkan virus ke orang lain.

“Ini yang perlu diluruskan. Itu makanya dr Andani menyebut banyak yang gagal paham. Bahwasanya ketika ada banyak kasus dikatakan sesuatu yang negatif. Padahal sesungguhnya itu lebih bagus karena orang-orang yang berkontak erat dengan positif bisa cepat diisolasi,” sebut Mahyeldi.

Oleh karena itu tambah Mahyeldi, petugas di lapangan akan terus bekerja keras melakukan tracing, testing serta mengedukasi masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Padang.

Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, bahwa pada Minggu (30/8), di Kota Padang terdapat 43 orang positif Covid-19 di Kota Padang.

Sementara itu, beberapa hari belakangan ini, kasus penambahan positif Covid-19 di Kota Padang cukup tinggi. Seperti pada Sabtu (29/8) terdapat penambahan 45 kasus, Jumat (28/8) 16 kasus, Kamis (27/8) ada 11 kasus, dan Rabu (26/8) ada 51 kasus.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada 32 zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 (zona merah) pada pekan ini. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya 29 wilayah.

Berdasarkan hasil analisis hingga Selasa (25/8) Kota Bogor, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk dalam zona merah. Selain dua daerah tersebut, tercatat 15 daerah lainnya berpindah dari zona oranye menjadi zona merah, yakni Kota Padang, Kota Sibolga, Muara Enim.

Dari Jawa Tengah, Kabupaten Kudus dan Kendal, Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Tuban, Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Selatan dan Barito Utara, Kalimantan Timur Kota Bontang. Empat daerah di Kalimantan Selatan juga ikut berpindah, yakni Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tanah Laut. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional