Menu

Kasus Bayi Lahir Sobek di Kepala, RSUD Sugai Dareh dan Keluarga Pasien Berdamai

  Dibaca : 640 kali
Kasus Bayi Lahir Sobek di Kepala, RSUD Sugai Dareh dan Keluarga Pasien Berdamai
KONTROL KORBAN— Dokter Spesialis Anak RSUD Sungai Dareh mengontrol perkembangan bayi yang mengalami jahitan di kepala dalam persalinan normal pada 10 Januari 2020, Senin (11/2). Pihak RSUD dan keluarga telah berdamai.

DHARMASRAYA, METRO–Setelah dilakukan beberapa kali medical chek up oleh pihak RSUD Sungai Dareh terhadap pasien yang mendapatkan jahitan dikepala pascadilahirkan normal beberapa waktu lalu, akhirnya pihak RSUD dan keluarga pasien sepakat berdamai. Hal ini ditandai dengan ditandatangani surat perdamaian antara kedua belah pihak pada Selasa (11/2) di Aula pertemuan RSUD Sungai Dareh.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Dirut RSUD Sungai Dareh, drg Chusnul Chotimah Subekti, Kabid Pelayanan, dr Milana Gafar, Kepala TU Norawiza dan beberapa staf RSUD lainnya. Sementara itu, dari pihak keluarga tampak hadir, Ayah pasien, Dodi Apriadi, ibu pasien, dan kuasa hukumnya, Tibrani.

Dalam pertemuan tersebut, pihak RSUD Sungai Dareh dan keluarga bersepakat damai terkait penyelesain kasus jahitan pada kepala bayi yang terkena alat medis dalam proses persalinan yang dilakukan di RSUD setempat. ”Kesepakatan damai didapat setelah adanya itikad baik serta tanggung jawab yang diperlihatkan rumah sakit terkait kasus ini,” kata kuasa hukum keluarga korban, Tibrani.

Ia menjelaskan itikad baik itu terlihat dari upaya rumah sakit yang terus melakukan pemantauan perkembangan kesehatan terhadap pasien dan bayi dengan melakukan beberapa kali medical chek up di RSUD Sungai Dareh.

Selain itu, pihak rumah sakit bersama pemerintah daerah dan kuasa hukum juga sudah menemui pihak keluarga dan melihat lansung kondisi pasien di Jorong Koto Padang, Nagari Koto, Kecamatan Koto Baru beberapa waktu yang lalu.

“Dalam kesempakatan damai juga terdapat catatan yang harus diperhatikan pihak rumah sakit, diantaranya, apabila dikemudian hari bayi mengalami keluhan terkait luka yang dialami, pihak RSUD bersedia untuk mengobati,” ujarnya.

Direktur RSUD Sungai Dareh Husnul Chotimah Subekti, didampingi Kabib Pelayanan Milana Gafar, Kepala TU Norawiza, mengatakan bahwa persoalan ini telah diselesaikan dengan sistim kekeluargaan. ”Karena kami menilai ini juga tidak kasus hukum, dan ini murni risiko medis yang tidak dapat dihindarkan,” katanya.

Ia mengatakan sebagai tanggung jawab terhadap keluarga pihak rumah sakit juga telah memberi layanan kesehatan untuk memantau luka dan tumbuh kembang bayi pascainsiden tersebut. Katanya, berdasarkan pemeriksaan dokter ahli bedah, luka yang ada pada kepala bayi secara fisik sudah kering, tidak ada tanda-tanda terjadi infeksi.

Kemudian katanya, dampak akibat luka yang dikhawatirkan terjadi di kemudian hari, sudah dipantau dokter spesialis anak. Jika dilihat dari tumbuh kembang anak dalam batas normal. ”Artinya batas normal disini ialah berat badan bayi juga naik dari saat lahir 2,6 kilogram kini sudah 3,2 kilogram saat usianya genap satu bulan, kemudian bayi juga menyusui secara normal,” jelasnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang terus memberikan masukn untuk kemajuan RSUD Sungai Dareh ke depan. “Kami akan terus berbenah untuk memberi pelayanan maksimal kepada pasien, kami berharap kasus ini menjadi pelajaran untuk lebih baik ke depannya,” katanya.

Pelajaran RSUD

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Dharmasraya, Ferryko Effendi berharap kasus yang meninpa bayi saat persalinan normal menjadi koreksi bagi pihak RSUD untuk melakukan pembenanan ke depan. “Kami harap kasus ini tidak terulang lagi dan memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat,” ujar Politisi Golkar saat dihubungi awak media (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional