Menu

KASN Diminta Panggil ASN yang Dukung Cakada, Kasatpol PP Bantah Ikut Terlibat

  Dibaca : 144 kali
KASN Diminta Panggil ASN yang Dukung Cakada, Kasatpol PP Bantah Ikut Terlibat
Alfiadi

TAN MALAKA, METRO
Beredarnya berita tentang keterlibatan Kasatpol PP Padang dalam pembiayaan sewa tempat terhadap salah satu posko pemenangan dibantah oleh Alfiadi secara tegas bahwa itu tidak benar pada Rabu (2/12).

Berita ini beredar berawal dari pelaporan salah seorang warga Air Tawar yang disertai bukti print out transfer dan bukti perjanjian sewa tempat yang dilakukan atas nama Alfiadi. Bangunan yang dimaksud beralamat di Jalan A Yani yang sekarang dijadikan sebagai posko pemenangan Mahyeldi-Audy, ia dilaporkan atas dugaan pelanggaran sebagai ASN pada Pilkada Serentak.

Beredarnya file perjanjian sewa menyewa dan print out transfer atas namanya, Alfiadi mengatakan, ia hanya membantu memfasilitasi temannya sesama anggota Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) untuk tempat usaha dan labor pengolahan hand sanitizer. “Tidak ada kaitan dengan posko pemenangan Mahyeldi-Audy. Saya hanya bertindak sebagai perantara untuk penyewaan tempat usaha Labor Stemsel dan juga hand sanitizer. Sempat produksi di sana, itu pun dilakukan jauh sebelum penetapan pasangan cagub maupun cawagub dan tidak ada kaitannya,” tukasnya.

Terkait dana yang ditransfer atas nama rekening Alfiadi, ia menjelaskan bahwa uang tersebut adalah uang yang ditransfer oleh Ketua Koperasi SMR di Jakarta kepada rekeningnya dan langsung ditransfer ke rekening pemilik bangunan almarhum Muharmansyah.

Hal tersebut dilakukan Alfiadi saat terjadi penutupan penerbangan pesawat di bandara karena pandemi Covid-19 dan diberlakukannya PSBB di Padang. Jadi tidak bisa melakukan langsung oleh yang bersangkutan, makan diminta perantara Alfiadi yang diketahui juga kenal baik dengan almarhum Muharmansyah selaku pemilik bangunan. Setelah proses penyewaan, Alfiadi tidak ada terlibat itu lagi. “Jika Bawaslu memanggil saya, saya akan menjelaskan secara terperinci apa sebenarnya yang terjadi,” sebut Alfiadi.

Dijelaskan, ia sejak dulu sudah berkawan dengan almarhum pemilik bangunan. Setelah proses selesai, maka bangunan tersebut diserahkan dan dikelola oleh anggota SMR. Sempat melakukan produksi untuk selanjutnya Alfiadi tidak mengetahui lagi sampai terjadi perubahan pemanfaatan menjadi posko salah satu calon gubernur dan wakil gubernur.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mengatakan, adanya ASN Kota Padang terindikasi mendukung salah satu pasangan calon gubernur-wakil gubernur, maka perlu ditelusuri dan proses lebih lanjut.

“Kita meminta Komisi ASN dapat memanggil ASN bersangkutan jika benar terlibat,” ujar kader Gerindra ini, Rabu (2/12).

Anggota Komisi I DPRD Jumadi mengimbau seluruh ASN tak ikut mendukung salah satu paslon dan tetap netral. “Jangan sampai ASN masuk ke ranah politik, karena itu dilarang dan menyalahi aturan,” ujar kader Golkar ini. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional