Menu

Kasihan! Pensiunan Guru Diminta Kembalikan Uang Negara Rp205 Juta

  Dibaca : 603 kali
Kasihan! Pensiunan Guru Diminta Kembalikan Uang Negara Rp205 Juta
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
uang

ilustrasi

PADANG, METRO–Surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diikirim oleh Khamsimas, pensiunan guru Pemko Padang. Di usia tuanya, pria ini malah terbelit hutang kepada negara senilai Rp205.915.400 juta yang harus ia cicil setiap bulan dari dana pensiun. Padahal dirinya sudah mengabdi sampai umur 60 tahun.

Surat kepada Presiden itu diupload langsung oleh Khamsimas melalui akun media sosial facebook miliknya dengan nama akun Khamsimas SPd, pada 3 Januari 2016 pukul 12.01 WIB. Status Khamsimas ini sudah di-like  18 orang dan di-share 2.071 orang.

Dalam suratnya itu, Khamsimas menceritakan, bahwa dia awalnya dinas sebagai tenaga analis pada Balai Laboratorium Kesehatan Padang. Pada tanggal 15 Maret 2007, dia mengajukan pindah ke Dinas Pendidikan sebagai tenaga pendidik/guru. Dan kepindahan itu disetujui dengan SK Wali Kota Padang No.

824.34/SK-BKD/2008 tentang Alih Tugas dari Tenaga Administrasi ke Tenaga Edukatif (guru) yang diperbantukan ke SMA Muhammadiyah  2 Padang.
Maka sejak itu, resmilah Khamsimas jadi tenaga pendidik. Hal itu dibuktikan dengan SK Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Nomor :800/339/inpassing/DP.Sekre.3/2010 tentang Pengangkatan Pertama Dalam Jabatan Guru dengan angka Kredit 200,238 dengan diberikan tunjangan Tenaga Kependidikan Rp327.000.

Kemudian, pada tahun 2008 dia telah mengajar sebagai guru honor mengajar fisika (mengajar kelas X, XI, XII semua jurusan) di SMK Dhuafa Nusantara Padang. Dan, pada 3 September 2012, Khamsimas  melalui proses mutasi sebagai guru tetap di SMK Dhuafa Nusantara Padang dengan bidang studi fisika.

Dengan begitu, Khamsimas telah menjalankan tugas sebagai seorang pendidik mulai tanggal 5 Februari 2008 sampai 5 Maret 2015. Karena umurnya sudah mencapai 60 tahun, pada Juli 2014 dirinya mengajukan pensiun. Namun, ternyata dia sudah dipensiunkan pada 1 Maret 2011, pada usia 56 tahun, dan bukan di usia 60 tahun.

Akibatnya, sekarang, gaji yang ia terima sejak 1 April 2011 sampai 1 Januari 2015 harus dikembalikan ke negera sebanyak Rp205. 915.400. Ini dikatakan utangnya kepada ke negara (Dengan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran ./SKPP) N0.125 /SKPP/III/2015 tanggal 16 Maret 2015 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang (Habibul Fuadi, SPd, MSi).

”Oleh sebab itu, saya memohon kepada Bapak Presiden RI, karena saya tetap mengajar dari 1 April 2011-5 Maret 2015 agar memutihkan utang saya kepada negara melalui pemerintah daerah Kota Padang sebesar Rp205. 915.400,” ungkap Khamsimas, dalam suratnya kepada presiden.

”Saya berharap saya bisa menerima uang pensiun penuh. Sebab dalam masalah ini saya sudah banyak dirugikan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan wajib sesuai aturan, guru pensiun pada umur 60 tahun. Sementara, pegawai biasa pensiun pada umur 56 tahun. Yang menjadi masalah kata dia, perpindahan yang bersangkutan dari pegawai biasa menjadi guru tidak tercatat di BKN. Sehingga, BKN tetap mengeluarkan pensiun pada umur 56 tahun.

”Itu urusannya dengan BKN, bukan dengan kita,” sebut Habibul.

Menurut Habibul, Dinas Pendidikan hanya mengeluarkan surat keterangan pemberhentian gaji sebagai salah satu proses pengajuan pensiun. Sementara, terkait harus mengembalikan utang pada negara, menurut Habibul. tetap urusan Khamsimas dengan negara. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional