Close

Karyawan Resort Tega Buang Bayinya ke Rawa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ternyata Melahirkan Sendiri di Mess, Pelaku Tutupi Kehamilannya dengan Memakai Daster

BUANG BAYI— Pelaku DV (23) yang membuang bayinya di dalam rawa tergenang air diamankan di Mapolres Mentawai. Polisi juga mempertemukan DV dengan bayi yang masih berada di dalam ruang inkubator.

MENTAWAI, METRO–Tak butuh waktu lama, kasus pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan sekuriti di dalam rawa dekat pohon sagu tergenang air di kawasan Resort Awera, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, ber­hasil diungkap.

Pelakunya ternyata wa­­­nita muda yang meru­pakan karyawan Resort Awera berinisial DV (23). Berdasarkan pengakuan­nya, bayi yang diduga hasil hubungan gelap tersebut dilahirkannya sendiri se­cara diam-diam tanpa ban­tuan orang lain di dalam mes karyawan resort.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu Donny Putra membe­nar­kan pihaknya sudah me­nemukan dan menga­man­kan pelaku yang mem­buang bayi tersebut. Menu­rutnya, saat ini  pelaku masih menjalani pemerik­saan dan proses hukumnya masih menunggu.

“Untuk sekarang kami lakukan pemeriksaan-pe­me­riksaan dulu dan lang­kah hukum berikutnya nan­ti disampaikan. Kami ju­ga masih memantau kon­disi bayinya yang dirawat di RSUD Mentawai,” kata Iptu Donny, Kamis (15/9).

Dijelaskan Iptu Donny, hasil pemeriksaan semen­tara, pelaku mengakui mem­buang bayinya sesaat setelah dilahirnnya. Bahkan, proses persalinan dila­kukan di dalam kamar ti­durnya di mess karyawan Awera Resort.

“Yang bersangkutan melahirkan bayinya sendiri tanpa bantuan siapapun di dalam kamar mess. Hal itu dilakukan DV ini agar tidak ada yang mengetahui jika dia melahirkan atau hamil dengan alasan malu,” ujar Iptu Donny.

Iptu Donny mengung­kapkan, pelaku selama ini tidak diketahui hamil oleh keluarga dan orang ter­dekatnya. Sehari-hari pela­ku juga sering menguna­kan daster untuk menutupi perutnya yang sedang ha­mil, sehingga orang-orang juga tidak tahu kalau DV hamil.

“Kondisi tubuhnya juga tidak jauh berubah dari biasa sehingga tidak tam­pak bahwa pelaku sedang hamil. Dia juga berstatus lajang atau belum ber­suami. Kuat dugaan pelaku hamil dari hubungan gelap­nya dengan seseorang atau pacarnya,” ungkap Iptu Donny.

Dikatakan Iptu Donny, sebelum pelaku diperiksa di Mapolres, pihaknya ter­lebih dahulu dibawa ke dokter spesialis kan­du­ngan untuk dilakukan visum et repertum dan USG. Hal itu untuk melengkapi bukti perkara kasus pembua­ngan bayi ini.

“Selain itu, pelaku juga dipertemukan dengan ba­yi­nya yang masih berada di dalam ruang inkubator dan masih mendapatkan perawatan medis,” pung­kasnya.

Sebelumnya, warga De­­sa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dige­gerkan dengan penemuan bayi yang berjenis kelamin laki-laki di kawaasan Resort Awera, Selasa (13/9) sekira pukul 06.15 WIB. Diduga, bayi yang sengaja ditelantarkan itu diduga baru saja dilahirkan.

Pasalnya, bayi yang ditemukan dalam kondisi masih bernyawa itu masih ada tali pusar yang belum dipotong. Beruntung, bayi itu cepat ditemukan, se­hingga langsung disela­mat­kan dengan memba­wanya ke RSUD Mentawai untuk mendapatkan pera­watan medis.

Kasat Reskrim Men­tawai, Iptu Donny Putra membenarkan adanya pe­nemuan bayi tersebut. Bayi itu ditemukan di dalam hutan rawa dengan kondisi tanpa diselumuti kain dan masih ada tali pusarnya. Pascaditemukan, langsung dilakukan pertolongan per­ta­ma dengan memba­wa­nya ke rumah sakit.

“Bayi yang ditemukan itu telah dibawa ke RSUD Mentawai untuk menda­patkan pertolongan dan kondisi bayi tersebut saat ini masih dalam pera­wa­tan di ruang inkubator. Jenis kelaminnya laki-laki dengan berat 2,6 Kg,” kata Iptu Donny.

Dijelaskan Iptu Donny,  berdasarkan keterangan saksi-saksi, bayi itu per­tama kali ditemukan oleh  Tatoleuru panggilan Har­son (35), seorang sekuriti Resort Awera yang sedang melaksanakan tugas rutin sebagai petugas keama­nan. Kemudian saksi men­dengar suara tangis di area pohon sagu yang dikelilingi rawa.

“Saksi selanjutnya meng­­hampiri untuk mencari sumber suara itu dan akhir­nya menemukan sesosok bayi laki-laki. Kemudian saksi memberi tahu rekan-rekannya yang bekerja di Resort Awera,” ungkap Iptu Donny.

Iptu Donny menam­bahkan, setelah dicek ke lokasi, bayi tersebut lang­sung diberi pertolongan pertama oleh salah karya­wan Resort Awera dengan membungkus bayi malang tersebut dengan selimut dan kemudian dibawa ke RSUD. (rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top