Menu

Karyawan Perkebunan Sawit PT SAK Dharmasraya Membusuk

  Dibaca : 698 kali
Karyawan Perkebunan Sawit PT SAK Dharmasraya Membusuk
TEWAS MEMBUSUK— Karyawan perkebunan sawit bernama Ponidi (50) ditemukan tewas membusuk di dalam perumahan karyawan Kamp PT SAK Kecamatan Padang Laweh, Dharmasraya.

DHARMASRAYA, METRO–Tragis. Seorang karyawan PT Sawit Andalas Kencana (SAK) ditemukan tewas dengan kondisi tubuhnya membusuk di dalam perumahan karyawan di Kecamatan Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (22/1) sekira pukul 19.00 WIB. Bahkan, tubuh korban sudah mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.

Korban yang diketahui bernama Ponidi (50) ditemukan pertama kali oleh rekan korban saat hendak menumpang salat. Penemuan itu sontak membuat masyarakat setempat geger dan langsung berdatangan ke rumah korban. Ponidi yang diketahui Warga Jorong Muaro Sopan, Nagari Muaro Sopan, Kecamatan Padang Laweh, tersebut ditemukan dalam posisi terlentang tanpa baju.

Rekan korban, Hardiman (45) yang menemukan korban pertama kali mengatakan, ia mendatangi rumah korban dengan tujuan untuk menumpang salat. Usai mengambil wudu, ia membuka pintu yang yang memang tidak terkunci. Ketika masuk, ia pun sontak terpelanjat meluhat korban terlentang tak bernyawa dan mengeluarkan bau busuk.

“Saya langsung berlari keluar dan memanggil warga lainnya serta melaporkan ke pihak berwajib. Saya tidak menyangka kalau teman saya meninggal di dalam rumah dan membusuk. Padahal beberapa hari yang lalu saya masih ketemu dengan korban,” kata Hardiman.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir melalui Kasat Reskrim, AKP Suyanto saat ditemui di RSUD Sungai Dareh menyebutkan, berdasarkan keterangan beberapa karyawan PT. SAK, korban pada Senin (20/1) sekira pukul 16.00 WIB masih melakukan absen pulang di Kantor Pabrik PT SAK usai melaksanakan kerja sebagai tukang potong rumput perusahan tersebut.

“Semenjak hari itu, korban tidak pernah lagi terlihat melakukan aktifitas sampai ditemukan telah meninggal dunia oleh saksi Hardiman pada Selasa (22/1) malam. Korban telah bekerja di PT. SAK selama lebih kurang selama 25 tahun. Selama menempati perumahan karyawan Pabrik PT. SAK tersebut, korban kurang bersosialisasi dengan lingkungan dan cenderung tertutup serta tidak memiliki keluarga yang tinggal bersama,” ungkap AKP Suyanto.

AKP Suyanto menjelaskan, hasil Visum Et Repertum (VER) luar yang dilakukan di RSUD Sungai Dareh tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih kurang 40 jam. Berdasarkan olah TKP yang dilakukan pihak kepolisian, ditemukan barang bukti diantaranya uang tunai dengan berbagai pecahan rupiah berjumlah Rp 3.284.500, KTP, KK, KIS, Kartu ATM, kwitansi pembelian lahan sawit 2 hektar senilai Rp.100 juta, slip BPJS Ketenagakerjaan dan buku tabungan Bank Mandiri atas nama korban.

“Kemudian satu kantong bungkus obat-obatan berbagai merek seperti, paramex, resokin, procolt, conidin, puyer bintang toejoe, tolak angin, dan sanaflu. Pihak keluarga telah merelakan atas meninggalnya korban dan menolak untuk dilakukan outopsi terhadap jenazah korban. Penolakan ini dibuktikan dengan surat pernyataan menolak outopsi yang ditandatangani keluarga korban,” sebutnya.

Setelah keluarga korban dari Kuamang Kuning Kabupaten Tebo sampai ke RSUD Sungai Dareh dan melihat kondisi korban. Mereka sepakat untuk dikebumikan di Padang Laweh. ”Jasad k orban telah dibawa keluarga untuk dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Sopan Jaya, Nagari Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh, Dharmasraya,” pungkasnya. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional