Menu

Karyawan Koperasi Gorok Leher Teman di Kabupaten Pasa­man Barat, Gegara Kalah Main Judi Ludo, Korban Ditinggal, Sepeda Motor Dilarikan

  Dibaca : 582 kali
Karyawan Koperasi Gorok Leher Teman di Kabupaten Pasa­man Barat, Gegara Kalah Main Judi Ludo, Korban Ditinggal, Sepeda Motor Dilarikan
DITANGKAP— Karyawan koperasi simpan pinjam, Dedy Dwi Saputra Hutabarat (22) ditangkap Polisi setelah menggorok leher temannya dan membawa kabur sepeda motor korban.

PASBAR,METRO–Dendam gara-gara sering kalah bermain judi ludo, se­orang karyawan Koperasi Sim­pan Pinjam Tribes Mar­sada Ja­ya Barat di Kabupaten Pasa­man Barat (Pasbar) tega meng­gorok leher temannya sendiri dengan pisau cutter hingga nyaris merenggang nyawa.

Peristiwa itu terjadi di Lubuak Panyangek Rajang (jembatan gantung), Pasar Tarandam Simpang Tigo Nagari Koto Baru, Keca­matan Luhak Nan Duo, Senin malam (12/7) pukul 20.00 WIB. Untung saja, ada warga melihat korban Agus Salim Ritonga (26) berjalan dengan kondisi bersimbah darah dengan luka mengaga pada bagian lehernya.

Warga tersebut lang­sung bergegas membawa korban ke rumah sakit me­ng­gunakan sepeda motor. Meski nyawanya dapat ter­selematkan, korban yang juga bekerja sebagai ka­rya­wan koperasi dengan merek Koperasi Simpan Pinjam Sigodang Hulu Jaya ini harus mendapatkan perawatan intensif di Ru­mah Sakit (RS) Yarsi Sim­pang Empat setelah dirujuk dari RSUD Jambak, Pasbar.

Sementara, pelaku ber­nama Dedy Dwi Saputra Hutabarat (22) yang meru­pakan warga Jambak Jalur III Barat Jorong Jambak, Nagari Koto Baru, Ke­ca­ma­tan Luhak Nan Duo, ditang­kap oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pasaman beberapa jam usai mela­kukan aksi brutal tersebut. Selain menangkap pelaku, Polisi juga mengamankan sepeda motor milik korban yang sempat dibawa kabur oleh pelaku.

Kapolsek Pasaman, Ip­tu Rosminarti mengatakan, aksi penganiayaan meng­gu­nakan senjata tajam je­nis pisau cutter itu berawal dari pelaku yang tersulut dendam kepada korban karena sering kalah main ludo menggunakan Han­phone (Hp).

“Pelaku awalnya ber­pura-pura baik kepada kor­ban. Karena merasa ber­teman, korban pun berse­dia membonceng pelaku menggunakan sepeda mo­tor­nya. Aksi penga­niayaan itupun dilakukan pelaku di Lubuak Panyangek Rajang (jembatan gantung) Pasar Tarandam Simpang Tigo Nagari Koto Baru, Keca­matan Luhak Nan Duo,” kata Iptu Rosminarti, Sela­sa (13/7).

Dijelaskan Iptu Ros­mi­narti, saat korban mengen­da­rai sepeda motor, pelaku yang berada di boncengan, kemudian mengeluarkan pisau karter lalu meng­gorok leher kor­ban hingga teng­goro­kan­nya menga­lami luka me­nganga dan mengeluarkan banyak da­rah.

“Korban tidak bisa ber­bicara karena digorok pe­laku. Korban yang kesaki­tan sambil memegang le­her­nya yang mengalami lu­ka, kemudian ditinggal pelaku di lokasi. Bahkan, pelaku juga membawa ka­bur sepeda motor milik korban,” ungkap Iptu Ros­mi­narti.

Ditambahkan Iptu Ros­miarti, korban ditemukan oleh dua orang saksi mata yang kebetulan melintas di daerah jembatan gantung Pasar Tarandam Simpang Tigo Nagari Koto Baru dan selanjutnya memberikan pertolongan.

“Kejadian itu diketahui oleh saksi Nasral dan Yaldi. Saksi melihat Korban ber­jalan sempoyongan me­nuju jalan belakang kantor Wali Nagari Koto Baru su­dah dalam keadaan leher berdarah,” katanya.

Melihat kondisi korban, saksi langsung mem­bon­ceng korban menuju Ru­mah Sakit RSUD Jambak. Setelah mendapat perto­longan pertama di RSUD Jambak, korban di Rujuk ke RS Yarsi Simpang Empat. Kemudian melaporkan pe­ris­tiwa tersebut ke Pol­sek Pasaman.

“Mendapat laporan itu, personel gabungan Polres Pasbar dan  Polsek Pasa­man mendatangi lokasi korban pertama kali dite­mukan oleh saksi. Di sana kita lakukan olah TKP dan memintai keterangan dari saksi-saksi. Hanya saja, di  lokasi, tidak ditemukan sepeda motor milik kor­ban,” ujar Iptu Rosminarti.

Iptu Rosminarti menu­turkan, setelah melakukan penyelidikan, didapat­kan­lah informasi kalau korban sempat ber­boncengan se­peda motor dengan teman­nya ber­na­ma Dedy Dwi Saputra Hu­tabarat yang juga sama-sama berkeja sebagai ka­rya­wan kope­rasi tetapi de­ngan peru­sahaan yang ber­beda.

“Kami melacak kebe­ra­daan pelaku dan berselang beberapa jam setelah keja­dian, pelaku akhirnya ber­hasil ditangkap di Rambah Jorong IV Koto  Keca­ma­tan Kinali oleh Tim Opsnal Polsek Pasaman dibantu Opsnal Polres Pasaman Barat,” katanya.

Iptu Rosminarti menga­ta­kan, setelah ditangkap, pe­laku kemudian dibawa ke Mapolsek Pasaman un­tuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan sudah dite­ta­pakan sebagai tersangka tidak pidana pencurian dengan kekerasan.

 “Pelaku kita lakukan penahanan badan. Pelaku disangkakan pasal 365 ayat 1, 2 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 12 ta­hun penjara,” tutupnya. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional