Close

Karantina Pertanian Padang Layangkan NNC ke-10 Negara

BERI KETERANGAN— Kepala Karantina Pertanian Padang, Eka Darnida saat memberikan keterangan di kantornya.

PADANG, METRO
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Padang melayangkan surat pemberitahuan ketidaksesuaian atau notification of non-compliance (NNC) kepada 10 negara asal produk pertanian yang masuk ke Sumbar. Ke-10 negara ini masing-masing adalah Taiwan, Cina, Singapura, Kroasia, Laos, Malaysia, Korea Selatan, Inggris, Kyrgyztan dan Australia.

“Selaku otoritas karantina pertanian di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), sudah menjadi tugas kami untuk menjamin produk pertanian yang dilalulintaskan sehat, aman dan lancar,” ujar Kepala Karantina Pertanian Padang, Eka Darnida melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6).

Eka menyebutkan, NNC merupakan suatu informasi dalam bentuk surat yang berisikan tentang beberapa pemberitahuan.
Yaitu, seperti Media Pembawa (MP) yang masuk mengandung target pest berupa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) atau tidak lengkapnya persyaratan administratif media pembawa tersebut.

“Ada sekitar 88 dokumen NNC yang dikirim ke-10 negara pengimpor tersebut dengan produk pertanian yang ditolak masuk ke Sumbar. Diantaranya benih sayuran, benih tanaman hias, strawberry dan bibit Bougenville,” ujarnya.

Eka menjelaskan, menyampaikan pesan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Andi M Adnan, bahwa NNC merupakan satu bentuk proteksi bagi keberlangsungan kesehatan dan keamanan hewan dan tumbuhan di tanah air.

“Pengiriman nota ketidaksesuaian ini juga telah diatur dalam International Plant Protection Convention (IPPC) untuk menjadi perhatian negara pengekspor untuk selalu memperhatikan persyaratan impor pemerintah Indonesia, selaku negara tujuan,” ujarnya.

Seperti yang selalu disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo diberbagai kesempatan, bahwa ekspor dan impor adalah hal biasa dalam mekanisme perdagangan. Jika dalam negeri masih membutuhkan dan ada pasarnya, impor menjadi jalannya.

“Barantan dengan tugas perkarantinaannya di border menjamin produk pertanian (hewan, tumbuhan dan produknya) yang dilalulintaskan baik ekspor, impor maupun antar area sehat, aman, dan lancar. Termasuk keamanan dan mutunya, baik pangan dan pakan asal produk pertanian harus sehat dan aman,” pungkas Eka. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top