Menu

Kapolsek Hadiri Penyelesaian Perkara dengan Hukum Adat

  Dibaca : 131 kali
Kapolsek Hadiri Penyelesaian Perkara dengan Hukum Adat
Kapolsek Hadiri Penyelesaian Perkara dengan Hukum Adat

MENTAWAI, METRO
Kapolsek Sipora Iptu Donny Putra SH MH bersama Bhabimkamtibmas, Kamis (17/9) menghadiri perkara terkait masalah yang telah diselesaikan secara hukum adat oleh lembaga adat (UMA) Desa Saureinu di Aula Kantor Desa Saureinu, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kapolsek Sipora Iptu Donny Putra menuturkan, dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa permasalahan tersebut berawal dari adanya permasalahan tapal batas tanah. Lalu berkembang adanya isu guna-guna dan santet yang diduga dilakukan pihak Piator tehadap pihak Aser beberapa waktu yang lalu. Sehingga akibat kena guna-guna tersebut meninggal dunia.

Dan saat itu permasalahan di selesaikan secara hukum adat melalui lembaga adat (UMA) dimana pihak Piator saat itu mengakui perbuatannya saat disidang oleh lembaga adat tersebut hingga kemudian dijatuhi sanksi tulo (denda adat), berupa memberikan beberapa lahan tanah ladang yang ada di Saureinu,” sebut Kapolsek Donny Putra, Kamis (17/9).

Selanjutnya, beberapa saat setelah itu pihak Piator melarang pihak Aser agar tidak mengelola lahan tanah ladang tersebut dan tidak mengizinkan pihak Aser untuk menguasai lahan tersebut, sehingga terjadilah perselisihan mengenai denda tulo tersebut, kata Kapolsek.

“Karna pihak Piator tidak memberikan denda Tulo berupa ladang kepada Pihak Aser, sehingga pihak Aser menyampaikan kembali kepada lembaga adat mengenai hal tersebut,” ungkap Kapolsek.

Lalu,  hal ini di tanggapi lembaga adat dan di upayakan lagi untuk dipertemukan kedua belah pihak di lembaga adat tersebut. Namun sudah beberapa kali (sudah 3x) dipanggil pihak lembaga adat. Kemudian,  termasuk kepala desa untuk diselesaikan permasalahannya namun pihak Piator tetap tidak hadir dalam sidang adat tersebut termasuk sidang hari ini.

Kapolsek menyebutkan, dalam beberapa kali panggilan oleh lembaga adat (UMA) ada saja alasan dari pihak Piator. Dalam hal ini sikap dari pihak Piator menimbulkan keresahan terhadap pihak Aser serta tidak mematuhi lembaga adat, kepala desa dan pihak pemerintahan kecamatan yang telah berupaya untuk mencarikan solusi dalam permasalahan tersebut.

Pada saat ini pihak Piator merangkul penasehat hukum (pengacara) sehingga setiap dipanggil lembaga adat maupun pihak desa yang bersangkutan tidak mematuhinya. Dan bahkan saat ini pihak Piator membuat laporan di Polres mengenai penyerobotan tanah dan sedang di tangani oleh pihak Sat Reskrim, terang Kapolsek.

Untuk menenangkan suasana,  maka saat menghadiri undangan tersebut Kapolsek menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak Sat Reskrim Polres. Hal itu terkait permasalahan tersebut dan akan menyarankan pihak penyidik untuk mempertemukan kedua belah pihak serta lembaga adat, kepala desa dan pihak Kecamatan untuk mencari solusi terbaik, tegas Kapolsek Sipora Iptu Donny Putra.

Dan Kapolsek juga berharap kepada pihak Kaum Aser agar tetap menahan diri dan jangan melakukan hal-hal yang melanggar hukum, dengan tidak mau hadirnya pihak Piator setiap dipanggil lembaga adat dan mudah-mudahan nanti saat dipanggil pihak penyidik dapat dipertemukan dengan pihak Aser dan lembaga adat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Camat Sipora Selatan,  Kapolsek Sipora, Sekcam Sipora Selatan, Kasi pemerintahan Kecamatan Sipora Selatan, Staf Kecamatan Sipora Selatan, Kepala Desa Saureinu, Kepala Dusun, tokoh adat Saureinu dan Kaum Aser. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional