Menu

Kapal Pesiar Wisatawan di Pelabuhan Marina TNI AL Siap Awasi Orang Asing

  Dibaca : 319 kali
Kapal Pesiar Wisatawan di Pelabuhan Marina TNI AL Siap Awasi Orang Asing
KETERANGAN—Danlantamal II Laksamana TNi Agus Sulaeman didampingi Wadan Lantamal, Kolonel Marinir Wurjanto sefrta Dansatrol Kolonel Laut (P) Joko Triwanto berikan keterangan kepada wartawan (firman akhmadi/posmetro)

PADANG, METRO – Jika rentan waktu dua minggu pengangkatan bangkai kapal sebanyak 17 unit rampung, Pemko Padang bekerjasama dengan Pelindo dan pihak terkait akan melanjutkan dengan pengerukan dasar Batang Arau.

Pengerukan lumpur di kawasan tersebut salahsatu unsur penting sebagai pendukung terciptanya pelabuhan Marina yang jadi tujuan wisatawan asing ataupun dalam negeri sendiri nanti.

“Untuk diketahui kedalaman Batang Arau idealnya sedalam 5 meter jika pasang surut, namun jika air sedang pasang bisa mencapai dalam 7 meter. Hal ini akan lebih mempermudah kapal kapal pesiar masuk membawa orang asing dan bersandar nantinya di Palabuhan Muara itu,” ujar Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Agus Sulaeman didampingi Wakil Komandan Lantamal, Kolonel Marinir Wurjanto. M.Han an .Dansatrol Kolonel Laut (P) Joko Triwanto kepada POSMETRO.

Dikatakan Agus Sulaeman, kita maklumi, keberadaan orang atau Warga Negara Asing khsusnya yang masuk lewat laut menuju Mentawai dan sekitarnya yang melakukan beragam kegiatan di wilayah hukum Indonesia perlu mendapat perhatian semua pihak.

“Oleh karena itu, koordinasi antar instansi terkait dalam rangka menyamakan persepsi  dalam hal pengawasan kegiatan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugas masing-masing mutlak dilakukan. TNI AL alam hal ini Lantamal II Padang siap mengawasi orang asing ,” sebut Agus Sulaeman.

Ditambahkan Dansatrol Kolonel Laut (P) Joko Triwanto, jika dilihat dari posisi yang sangat strategis sebagai tujuan maupun transit lalu lintas orang asing dan barang maka sangat potensial diboncengi oleh kepentingan lain secara ilegal dan tidak bertanggung jawab, misalnya perdagangan manusia (human trafficking), penyelundupan manusia, lalu lintas barang terlarang (narkoba, psikotropika) serta kepentingan bernuansa politik, ekonomi, sosial budaya yang dapat mengancam stabilitas negara dan daerah.

Dikatakannya, di satu sisi, kehadiran orang maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah. namun  dampak negatifnya juga harus diwaspadai. Untuk itu, kehadiran Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) sangat dibutuhkan.

“Keberadaan dan kegiatan orang asing merupakan hal penting, sehingga kewaspadaan dan pengawasan yang tidak berlebihan dan memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing dapat dilakukan,” ujarnya

Selain itu, kegiatan ini untuk menjamin tetap terpeliharanya stabilitas kepentingan nasional dan daerah dari dampak negatif yang mungkin timbul  akibat perlintasan orang antar Negara. “Keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah NKRI khususnya yang masuk dari laut,” tandasnya. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional