Close

Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Badai, Satu Tewas dan 1 lagi Hilang di perairan kawasan Muaro Bingung

NELAYAN TEWAS— Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad nelayan yang tenggelam akibat kapal terbalik di Pasaman Barat, Kamis (16/6). Sedangkan satu lagi belum ditemukan.

PASAMAN, METRO–Dihantam badai dan gelombang tinggi, kapal yang mengangkut  empat orang nelayan terbalik di perairan kawasan Muaro Bingung, Nagari Man­diangin, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasa­man Barat. Akibatnya, satu dari empat nelayan ditemu­kan dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan satu orang lainnya dilaporkan hilang dan dua orang berhasil diselamatkan oleh nelayan lainnya. Hingga Kamis (16/6), nelayan bernama Redo (26) masih terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan dan belum ber­hasil ditemukan.

Kasi Ops Basarnas Kota Padang, Octavianto me­ngatakan, peristiwa itu ter­ja­di perairan kawasan Mua­ro Bingung, Nagari Man­diangin, Kecamatan Kinali, Pasbar, Rabu (15/6) pukul 15.00 WIB. Hanya saja, kejadian itu baru dilaporkan ke Basarnas Padang pada Kamis (16/6) pagi.

“Informasinya, kapal nelayan yang pergi melaut dengan empat orang anak buah kapal (ABK) itu ter­balik usai dihantam badai dan hujan deras di pi ntu Muara Bingung. Dua orang ABK diselamatkan kapal nelayan setempat. Se­men­tara dua orang dinyatakan hilang dalam kejadian itu,” katanya.

Ditambahkan Octa­vian­to, setelah dila­kukan pencarian, Tim SAR gabu­ngan berhasil mene­mukan satu orang ABK bernama Rangga (33), namun kon­disinya sudah meninggal dunia dan selanjutnya die­vakuasi ke rumah duka.

“Korban selamat ber­nama Deni (30) dan Angin Ogek (55). Satu korban yang masih hilang bernama Redo. Sementara korban Rangga sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tuturnya.

Octavianto menutur­kan, korban yang mening­gal ditemukan sekitar satu kilometer dari LKP, dalam kondisi mengapung di per­mukaanlaut. Selanjutnya korban langsung diserah­kan kepada pihak keluarga untuk segera dikebumikan.

“Sementara satu kor­ban yang masih hilang masih dalam pencarian. Kemudian pencarian ter­sebut meng­gu­nakan dmax double cabin, rubber boat, kapal SAR air, kapal alkom dan kapal me­dis,” tutupnya.

Terpisah, Kapolsek Ki­nali AKP Defrizal menga­takan,proses pencarian terhadap satu nelayan yang hilang masih terus dilakukan. Hanya saja, belum terlihat tanda-tanda dimana korban berada.

“Dari tadi malam hing­ga pagi sekarang belum ada penemuan, dan kita warga masyarakat sudah berupaya mencari hingga kawasan Muaro Binguang dan kawasan Muaro Tan­jung, tapi belum juga di­temukan, sebutnya.

Terpisah , Ninik Mamak Mandiagin, Horizon Nak­hodo Rajo, mengatakan seluruh masyarakat se­tem­pat bergerak penca­rian satu orang yang dinya­takan hilang akibat kapal terbalik. Ia pun mengaku prihatin dengan kejadian kapal terbalik tersebut.

“Kita beserta masya­rakat setempat tiada hen­tinya mencari, namun be­lum juga ditemukan, dan pagi ini (kemarin-red)  kita ikut sama-sama untuk  me­lan­jutkan pencarian dengan masyarakat, ada yang di tengah laut, pinggiran pan­tai, dan di aliran Sungai”, terang H Horizon . (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top