Close

Kantor Kejari Padang Dikirimi Karangan Bunga, Isinya Dukungan Usut Tuntas Korupsi KONI Padang

KARANGAN BUNGA— Di depan kantor Kejaksaan Negeri Padang berjejer karangan bunga yang bertuliskan dukungan usut tuntas dugaan korupsi Koni Padang.

PADANG, METRO–Suasa di kantor Kejak­saan Negeri (Kejari) Pa­dang, jalan Gajah Mada No­mor 22 Kampung Olo Ke­camatan Nanggalo, ter­li­hat berbeda pada Selasa (26/10). Pasalnya, sejumlah karangan bunga berjejer di depan kantor penegak hukum tersebut.

Namun, karangan bunga kali ini tulisannya sangat berbeda dari biasanya.

Pasalnya, pada karangan bunga itu bertuliskan dukungan apresiasi Kejari Padang usut tuntas korupsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang, tahun anggaran 2020.

“Apresiasi, terima kasih Pak Jaksa. Usut tuntas dugaan korupsi KONI Pa­dang”,­ “Dukung dan apresiasi Kejari Padang usut tuntas dugaan­ korupsi di KONI Pa­dang,” kata dukungan di karangan bunga tersebut. 

Kepala Kejaksaan Ne­geri (Kajari) Padang Ranu Subroto mengatakan, pihaknya tidak mengetahui sejak kapan karangan bunga tersebut terpajang di depan Kantor Kejari Pa­dang.

“Pagi hari saat saya tiba di kantor, sudah terpajang karangan bunga itu. Mungkin dipajang pada saat malam hari (Senin, red),” katanya, Selasa (26/10).

Namun demikian, kata Kajari, dukungan dari ma­syarakat ini menjadi semangat bagi Kejari Pa­dang untuk mengusut kasus du­gaan korupsi dana hibah KONI Padang. 

“Insya Allah kami akan mengusut tuntas kasus ini. Kan saat ini sudah dalam tahap penyidikan,”ujar.

Sementara itu, Kepala Sesi Tindak Pidana Khusus Kejari Padang Therry Gutama mengatakan, hingga kini penyidikan masih berjalan. 35 cabang olahraga (cabor) akan diperiksa secara maraton. 

“Kita akan upayakan memeriksa 5 sampai 7 cabor per hari,” ucap mantan Kasi Datun Pasaman.

Therry menambahkan, beberapa pihak yang telah dimintai keterangan saat penyelidikan juga akan dipanggil ulang sebagai saksi.

 ”Kita akan panggil me­reka lagi untuk meminta keterangan secara mendalam,” terang mantan Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini.

Sementara di tempat ter­pisah, Prof Syahrial Bakhtiar saat dikonfirmasi mem­be­narkan perihal pe­ngi­­ri­man karangan bunga berisi du­kungan pengusutan secara tuntas dugaan korupsi dana hibah KONI Pa­dang tersebut.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Jangan hanya karena ulah satu atau dua orang membuat buruk citra olahraga dan KONI Pa­dang, padahal yang lain su­dah berbuat banyak,” ujar­nya.

Seperti diketahui, status penyelidikan kasus du­gaan korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2020 ini naik ke tingkat penyidikan.

Naiknya status dari pe­nye­lidikan ke penyidikan tertuang dalam Surat Perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Padang No sprin :02/L.3.10/Fd.1/2021 tertanggal 21 Oktober 2021.

Dalam kasus ini terungkap ada dugaan beberapa kegiatan fiktif dan pem­­bayaran ganda terhadap transportasi pengurus. Nilai kerugian keuangan negara diperkirakan sekitar Rp 2,1 miliar.

Sebelumnya, Kejari Pa­dang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2020.

Dalam penyelidikan ter­­sebut, Kejari Padang memanggil sejumlah pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang dan pejabat KONI Padang. 

Diketahui, pejabat Dispora Kota Padang yang dipanggil yakni Junaldi yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kepemudaan.

Sementara pejabat di KONI Padang yakni Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KONI Pa­dang Kennedi.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi dipanggil pada Senin (20/9). Sedangkan Ke­tua­ KONI Padang Agus Suar­di dan Bendahara KO­NI Pa­dang Kennedi dipanggil pada Selasa (21/9) lalu. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top