Close

Kantor Disperindagkop Solsel Digeledah Jaksa, 49 Item Dokumen Disita

PENGGELEDAHAN— Tim Kejari Solsel saat menggeledah Kantor Disperindagkop dan UKM Kabupaten Solsel terkait dugaan korupsi pembangunan sentra industri kopi.

SOLSEL, METRO–Usut dugaan korupsi pembangunan sentra industri kopi, Tim penyidik Kejaksaan Negeri Solok Selatan (Kejari Solsel) mela­kukan penggeledahan di Dinas Koperasi Perindustrian Perda­gangan Koperasi (Koperindag dan UKM) Pemkab Solsel pada, Rabu pagi (23/11).

Hasil penggeledahan itu, tim penyidik Kejari Solsel yang berjumlah beberapa orang itu, membawa satu kotak plastik dan koper  yang berisi sejumlah dokumen yang dipergunakan untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sentra kopi di Golden Arm pada tahun 2021.

“Kita melakukan penyitaan dokumen di Dinas Koperindagkop dalam penggeledahan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Ada 49 item dokumen kita bawa untuk melengkapi berkas dugaan korupsi pembangunan Sentra Kopi di Solsel tahun 2021,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Solok Selatan Slamet Jaka Mulyana melalui Kasi Intelijen, M Fajrin di depan Kantor Dinas Koperindagko Solsel Rabu (23/11).

Dijelaskan M Fajrin, ruangan yang digeledah tim Kejari Solsel yakni Bidang Industri dan Keuangan Dinas Perindagkop. Item dokumen yang dibawa Tim Kejaksaan ditaruh dalam boks plastik dan koper lalu dibawa ke Kantor Kejari Solsel untuk kepentingan penyidikan.

“Dokumen yang disita berkaitan dengan proyek pembangunan IKM Sentra Kopi Solok Selatan di Gol­den Arm, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir. Upaya penggeledahan paksa itu sebagai delik kasus dugaan korupsi di Dinas Koperindagkop dan 49 item yang dibutuhkan untuk proses penyidikan,” terangnya.

M Fajrin menuturkan, penyitaan dokumen ini merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kepala Kejaksaan Solsel untuk proses penegakan hukum terkait dugaan korupsi pembangunan kawasan IKM Sentra Kopi 2021.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan dugaan kerugian negara senilai Rp79 juta. Angka tersebut katanya berkemungkinan besar bertambah nilainya setelah tahap penyidikan nantinya. Kami memang belum menetapkan tersangka, karena saat ini baru proses ke tahap melengkapi dokumen penyidikan,” tegas M Fajrin.

Sementara, Kepala Dinas Koperindagkop dan UMK Solok Selatan, Akmal Hamdi mengakui dinasnya digeledah tim Kejaksaan Negeri Solok Selatan selama 4,5 jam. Puluhan item dokumen kelengkapan untuk proses penyidikan su­dah dibawa pihak Kejaksaan pada pelaksanaan proyek Sentra Kopi Solok Selatan dengan nilai anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp8,7 miliar

“Saya sedikit kaget saat tim Kejari pagi-pagi datang ke kantor kami. Tim bawa surat perintah tugas dan surat perintah penggelahan kantor kami. Tentunya kami sangat kooperatif dan mempersilahkan Tim Kejari untuk melakukan peng­geledahan di kantor kami,” terangnya

Dikatakan Akmal, dokumen yang dibawa pihak Tim Kejaksaan berada di dua ruangan, yakni di ruangan Bidang Industri dan Bidang keuangan. Kondisi terkini pembangunan sentra kopi Solok Selatan yang pelaksanaannya di tahun 2021, katanya masih ada kekurangan volume dan sudah dikenakan denda kepada pihak proyek pelaksana.

“Yang jelas tujuan pe­riksaan dinas kami dalam rangka pemenuhan dokumen, sehingga dilakukan penggeladahan dua ruangan kantor kami. Nah, Kuasa Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sudah pindah,” tuturnya.

Pada 2021, katanya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian sebesar Rp8,75 miliar untuk pembangunan sentra kopi. Pemkab Solok Selatan sebetulnya mengusulkan ang­­garan sebesar Rp14,38 miliar untuk pembangunan sentra kopi tetapi disetujui Rp8,75 miliar.

Dengan biaya Rp8,75 miliar dibangun pe­ma­ta­ngan lahan fisik, infras­truktur gedung, instalasi air, gedung pelayanan ba­han baku termasuk “solar dryer dome” atau penje­muran, dan pembelian peralatan. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top