Close

Kantor ATR/BPN Kabupaten Agam Sertifikatkan 578 Bidang Tanah

HADIRI— Bupati Agam Andri Warman hadir pada Kantor ATR/BPN Agam melaksanakan sidang Panitia Pertimbangan Landreform (PPL), redistribusi tanah 2021 di aula Dinas Kesehatan Agam.

AGAM, METRO–Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Agam gelar sidang Panitia Pertimbangan Landreform (PPL), dalam redistribusi tanah 2021 di aula Dinas Kesehatan Agam, Selasa (9/11). Kakan ATR/BPN Agam Yunaldi mengatakan, sidang PPL ini untuk membahas usulan tanah yang akan ditegaskan menjadi objek Landreform, berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi subyek dan obyek, seleksi subyek dan pengukuran bidang. “Kita di Agam tahun ini redistribusi tanah lokasinya di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto sebanyak 578 bidang, dengan luas 60,8157 hek­tar,” ujar Yunaldi.

Ia merinci, dari luas bidang tanah yang didistribusikan tahun ini, tanah ulayat 141 bidang dengan luas 9,9770 hektar. Kemudian pele­pasan kawasan hutan 437 bidang, seluas 50,8387 hektare.

Di nagari itu, katanya, target awal sebanyak 2.000 bidang, namun animo masyarakat untuk men­sertifikatkan tanahnya masih ren­dah, sehingga diturunkan jadi 1.000 bidang. “Karena masih minimnya keinginan masyarakat, maka target kembali diturunkan jadi 700 bidang, namun yang tercapai hanya 578 bidang,” sebut Yunaldi.

Dengan begitu, pihaknya ber­sama pemerintah akan berupaya menyosialisasikan ini pada masya­rakat, bagaimana pentingnya men­sertifikatkan tanah untuk berikan kepastian dan perlindungan hukum, pada pemegang hak atas suatu bidang tanah. “Di 2022 kita kembali menargetkan sebanyak 1.000 bi­dang untuk disertifikatkan, yang lokasinya masih dilakukan pe­mantauan,” kata Yunaldi.

Sidang PPL ini dibuka Bupati Agam Andri Warman dengan pe­serta sidang Sekdakab Agam, Ka­jari dan beberapa OPD terkait. Di kesempatan itu Andri Warman sampaikan dukungannya atas dila­kukan redistribusi tanah ini, se­hingga hasilnya nanti yang berupa sertifikat hak tanah dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

”Dengan dilakukannya pen­sertifikatan tanah kita harap dapat meminimalisir permasalahan di tengah masyarakat, karena per­soalan tanah adalah masalah kru­sial yang harus diatasi,” ujar Andri.

Menurutnya, tidak sedikit per­masalahan yang terjadi di tengah masyarakat terkait persoalan ta­nah. Bahkan, bisa jadi pemicu terjadinya pertengkaran baik se­kaum, saudara, maupun masya­rakat lain secara luas. “Maka kita ucapkan terimakasih pada Kantor ATR/BPN Agam, yang telah me­laksanakan redistribusi tanah ini. Semoga sidang PPL ini berjalan lancar, sehingga proses redistri­busi tanah bisa dilanjutkan pada tahap selanjutnya,”ujar bupati. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top