Menu

KAN Kototangah Bertekad jadi Terbaik Tingkat Sumbar

  Dibaca : 1614 kali
KAN Kototangah Bertekad jadi Terbaik Tingkat Sumbar
Seorang warga di Pasaman yang tidak mematuhi protokol kesehatan disaksi push up.
Ketua KAN Kototangah H Ahlidir Dt Mudo memberi ekspos kepada tim penilai

Ketua KAN Kototangah H Ahlidir Dt Mudo memberi ekspose kepada tim penilai KAN terbaik tingkat Sumbar, Senin (10/08/2015).

PADANG, METRO– Penilaian Kerapatan Adat Nagari (KAN) terbaik tingkat Sumbar kembali dilakukan. KAN Kototangah sebagai  KAN terbaik tingkat Kota Padang didaulat mengikuti penilaian KAN berpestasi tingkat Provinsi Sumbar.

Senin (10/08/2015), tim penilai yang diketuai Drs H Bagindo M Letter itu, melakukan penilaian terhadap eksistensi dan keberadaan KAN Kototangah dalam melakukan pembinaan terhadap nagari dan anak kemenakan. Terutama dari segi adat dan budaya.

Ketua Panitia, Ibrani SH, Pandeka Rajo Sulaiman yang juga  cadiak pandai nagari menyebutkan, KAN Kototangah adalah KAN terbaik tingkat Kota Padang. Dengan prestasi tersebut, Kototangah berkesempatan mewakili Padang dalam penilaian di tingkat Sumbar.

Penilaian meliputi unsur kelembagaan, kerjasama antar lembaga, kesenian, kuliner khas, dan indikator lainnya. ”Acara ini telah dibuka dengan badampiang dan manyerak marapulai. Ini adalah salah satu keunikan kita dari KAN lainnya yang disuguhkan pada tim penilai,” ujar Ibrani.

Dalam acara yang digelar di kantor KAN Kototangah, di Balai Gadang ini juga dihadiri ninik mamak Kototangah yang juga bakal calon Wakil Gubernur Sumbar Dr H Fauzi Bahar Dt Nan Sati, Ketua LKAAM Sumbar Sayuti, Bundo Kanduang Sumbar Prof Dr Raudah Taib, Asisten III Pemko Evyiet Nazmar serta unsur muspida kecamatan.
Menurut Ibrani, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, ia yakin, KAN Kototangah menjadi yang terbaik di tingkat Sumbar.

Ketua KAN Kototangah H Ahlidir Dt Mudo berharap, posisi yang terbaik diberikan pada KAN Kototangah. ”Kita optimis kita bisa mendapat peringkat pertama,” sebut Ahlidir.

Ninik Mamak Kototangah Dr Fauzi Bahar MSi Dt Rajo Nan Sati mengatakan, adat istiadat di Kototangah masih sangat kental. Keberadaan ninik mamak juga sangat dihargai. Selain itu, keberadaan kesenian tradisional pun masih hidup dan melekat kuat pada masyarakat. Fauzi berharap KAN Kototangah bisa menjadi pilot project dalam menghidupkan adat istiadat minang di tingkat Sumbar.

”Diharapkan Kototangah bisa menjadi tempat belajar tentang adat istiadat di Sumbar,” ujarnya.

Ketua tim penilai, Drs H Bagindo M Letter mengatakan penilaian ini dilakukan dengan melihat eksistensi KAN dalam menanamkan adat dan agama di tengah masyarakat. Sasaran penilaian adalah mendorong KAN Kototangah dan lima KAN lainnya yang dinilai di Sumbar untuk memaksimalkan fungsinya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional