Close

Kampus IAIN Padang Mencekam

005
Ratusan mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang terlibat bentrok dengan Satpam, Senin (11/4) pagi.

PADANG, METRO–Tidak adanya kejelasan dari pihak kampus terhadap aksi pemukulan terhadap mahasiswa dan satpam, Minggu (10/4), ratusan mahasiswa IAIN Imam Bonjol langsung menggelar aksi unjuk rasa terkait hal tersebut, Senin (11/4) pagi. Bahkan, aksi tersebut membuat tiga unit sepeda motor rusak dan seorang satpam terluka.

Pantauan POSMETRO, ribuan mahasiswa tampak memadati jalanan kampus dan menyuarakan aksi mereka. Sedangkan, beberapa satpam tampak diamankan dan personel polisi pun disiagakan di dalam kampus. Guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, petugas pun menutup akses masuk ke dalam kampus hingga mediasi yang dilakukan selesai.

Ratusan massa sudah mulai dikumpulkan di Blok M IAIN Imam Bonjol Padang dengan membawa coretan-coretan aspirasi. Ratusan massa tersebut mengoarkan aspirasinya di Blok M.

Setelah berorasi, mahasiswa langsung menuju Pos Satpam dan didapati salah satu unit motor Vega-R berwarna merah yang dilempari batu hingga ambruk. Aksi juga dilangsungkan mahasiswa dengan mengeroyok satpam dan terjadi perkelahian antara satpam dan mahasiswa.

Untuk menengahi hal itu, massa demo juga berlanjut ke rektorat untuk meminta pertanggungjawaban dan jalan keluar untuk kejadian yang sedang menimpa IAIN. Dalam hal itu Wakil Rektor III Alkhendra dan Wakil Rektor II Firdaus turun dan menengahi permasalahan di lapangan parkir IAIN.

Terlihat, tiga unit sepeda motor milik satpam kampus terlihat tergeletak di jalanan dan seorang satpam tak ayal menjadi bulan-bulanan para mahasiswa. Aksi para mahasiswa ini semakin memuncak setelah para satpam yang juga menantang para mahasiswa. Tak pelak, pos satpam yang berada di sekitar lokasi jadi sasaran kemarahan mahasiswa.

Aksi tersebut digelar karena mahasiswa tidak terima atas perlakuan dari satpam tersebut dan meminta agar Rektor IAIN Imam Bonjol memberhentikan oknum satpam itu dan melanjutkan kasus ini ke kepolisian. Bentrok ini buntut dari tindakan seorang mahasiwa yang mengaku tidak sengaja menginjak tanggul jalan yang tengah dibuat yang mengakibatkan satpam yang bertanggungjawab atas pembuatan itu langsung meradang dan berujung bentrok pada Minggu (10/4) lalu.

”Kami tidak terima dengan perlakuan satpam tersebut. Dia telah dengan sengaja memukuli mahasiswa dan harus diberhentikan serta kasus ini dilanjutkan ke polisi,” kata salah seorang orator demo, Iwan.

Selama aksi yang digelar di area parkir kampus ini, emosi mahasiswa sempat tersulut. Ratusan mahasiswa yang awalnya hanya berkumpul di areal kemudian menyerang pos satpam. Mereka melempari pos jaga yang ada di gerbang kampus, lalu merusak dinding dan kaca pos tersebut. Sementara, beberapa satpam kabur meminta pertolongan warga.

”Para mahasiswa itu masih bertahan di areal kampus, di sisi lain satpam dan puluhan warga yang dilengkapi dengan balok dan besi juga bersiaga di gerbang kampus,” ucap Iwan. Perang batu pun sempat terjadi. Segerembolan mahasiswa nampak mengejar petugas jaga.

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan IAIN Imam Bonjol Dr Alkhendra bersama sejumlah pejabat kampus berhasil meredam aksi ribuan mahasiswa. Aksi itu berhasil diredam setelah ratusan mahasiswa itu merusak sebuah pos pengamanan dan tiga sepeda motor milik satpam. Dia mengatakan, pihak kampus akan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan mahasiswa dan satpam kampus.

”Kami berjanji akan menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas, kasus ini akan kami limpahkan pada pihak kepolisian,” tuturnya.

Selain itu, dia meminta satpam kampus yang terlibat perkelahian dengan salah seorang mahasiswa kemarin untuk mencabut laporannya di pihak kepolisian. Ia mengatakan, langkah itu untuk meredam bentrokan yang antar petugas keamanan kampus dengan mahasiswa dan bentrokan ini juga melibatkan warga yang ada di sekitaran kampus.

”Kami akan selesaikan ini, sekarang kami sedang berusaha mendamaikan kedua belah pihak agar masalah ini selesai,” paparnya.

Meski demikian pihak kampus terus berupaya mendamaikan kedua belah pihak dengan langkah mediasi. Mediasi itu sendiri ditengahi oleh Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wiirman dengan mahasiswa dan satpam. ”Kami mengambil langkah mediasi untuk menyelesaikan masalah ini, satpam dan warga ini harus dihentikan agar tidak berbuntut panjang ke persoalan hukum,” papar Alkhendra.

Kapolsek Kuranji, Kompol Asril Prasetya menyebut satpam kampus yang diketahui bernama Anton itu telah melaporkan tindakan pengeroyokan oleh sejumlah mahasiswa pada Minggu malam. ”Laporannya benar sudah masuk, tadi malam dia melaporkan pengeroyokan itu pada kami,” tutur Asril.

Meski demikian pihak kepolisian menyiagakan petugas anti huru hara untuk menjaga keamanan kampus pascabentrokan. Sementara itu, pihak kampus berusaha mendamaikan bentrokan mahasiswa dan satpam dengan cara mediasi. ”Kami akan siagakan personel hingga situasi kampus benar-benar aman, sementara pihak kampus masih berusaha mendamaikan kedua belah pihak dengan cara mediasi,” pungkas Kapolsek.

Mahasiswa Terluka

Sementara dalam bentrok itu, tiga mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang mengalami luka ringan pascabentrok dengan oknum satpam. Wakil Rektor I IAIN Imam Bonjol Padang Ikhwan mengatakan, saat ini ketiga mahasiswa sudah menjalani perawatan di bidan setempat di mana biaya pengobatan dan kerugian akibat bentrok sepenuhnya ditanggung oleh kampus.

”Belum diketahui berapa kerugian akibat bentrok mahasiswa dan satpam ini. Ada kerusakan aset di beberapa lokasi. Khusus, bagi mahasiswa yang terluka sudah dirawat,” kata Ikhwan.

Ia mengatakan, oknum satpam yang bentrok dengan mahasiswa itu tidak memiliki sertifikat satpam. Ada sekitar 30 satpam di IAIN dan tidak punya sertifikat.

Mediasi

Pascakisruh Senin pagi, akhirnya masalah tersebut diselesaikan secara mediasi. Mediasi yang dilaksanakan di sekretariat Menwa itu dihadiri Wakil Rektor III Alkhendra, Koordinator Satpam Adri Simon, Satpam yang bermasalah, tiga orang mahasiswa yang dipukul dan dua orang keluarga dari mahasiswa tersebut. Dari masing-masing pihak pun dipersilahkan untuk menjelaskan kronologi kejadian perkara.

Adri Simon selaku dari pihak Satpam menjelaskan, berdasarkan cerita yang ia peroleh bahwa ketika itu salah seorang mahasiswa IAIN IB Padang yang berinisial U melewati tanggul yang dilarang orang untuk melewatinya dengan kendaraan. Karena merasa tidak senang, Satpam itu langsung menghampiri mahasiswa tersebut lalu menegurnya dan sedikit memukul helm mahasiswa itu.

”Itukan hanya sekadar gertakan saja, namun mahasiswa itu menanggapinya dengan serius dan langsung mengeroyok Satpam tersebut,” jelasnya, seperti dikutip suarakampus.com—portal media mahasiswa IAIN.

Berbeda dengan cerita Adri, U menceritakan bahwa dirinya sesudah melanggar aturan itu telah minta maaf berkali-kali, namun Satpam tersebut terus saja memancing emosi U. Akhirnya ketika helm U dipukul, U pun langsung membalas. ”Saya sudah sabar dipanggil dengan sebutan kata kotor, namun tetap saja dipukul, saya pun melawan jadinya,” terangnya.

Berselang beberapa menit, Alkhendra selaku yang menangani bidang mahasiswa berupaya mendamaikan kedua belah pihak. ”Kira-kira kalau kejadian ini kita selesaikan secara baik-baik dan damai bagaimana?” ujarnya menengahi permasalahan tersebut.

Setelah beberapa lama bernegosiasi antara mahasiswa dan Satpam, permasalahanpun diselesaikan secara damai. Adri menjamin setelah penyelesaian ini, ia akan menjaga keamanan mahasiswa tersebut dari tindakan kekerasan keluarga Satpam itu. Namun setelah keluar dari ruangan Menwa itu, sesampainya di gerbang kampus, U dan teman-temannya dilempari dengan batu oleh keluarga Satpam itu. Beruntung saja tidak mengenai U dan temannya.

Kuliah Diliburkan

Meski demikian, Rektor IAIN enggan berkomentar terkait langkah mediasi ini. Sementara itu ribuan mahasiswa yang tadinya dibubarkan oleh pihak kampus dan petugas kepolisian masih bertahan di area parkir yang ada di dalam kawasan kampus. Rektor IAIN Imam Bonjol, Eka Putra Wirman pun menghentikan kegiatan perkuliahan karena aksi ribuan mahasiswa berujung ricuh.

Dia mengatakan, penghentian perkuliahan ini karena suasana kampus tidak kondusif, meskipun aksi mahasiswa tersebut sudah diredam, tidak menutup kemungkinan ada bentrokan susulan. Aksi ribuan mahasiswa itu berbuntut pengrusakan tiga sepeda motor milik satpam dan pos penjagaan yang terletak di gerbang kampus.

”Kegiatan perkuliahan hari ini dihentikan hingga situasi kampus kondusif dan pertikaian mahasiswa dan satpam diselesaikan,” pungkasnya. (age/h)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top