Menu

KAMMI Sumbar Kutuk Kekerasan pada Mahasiswa, Abu Said: Copot Kasat Pol PP dan Tindak Polisi

  Dibaca : 272 kali
KAMMI Sumbar Kutuk Kekerasan pada Mahasiswa, Abu Said: Copot Kasat Pol PP dan Tindak Polisi
Abu Said

PADANG, METRO
Hak kebebasan berpendapat di muka umum kembali tercoreng di tanah air. Pada momentum kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini harusnya aparat keamanan semakin memaknai tugas dan fungsinya bukan malah sebaliknya mengancam hak dan keamanan anak bangsa.

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pinwil Sumtera Barat Abu Said menyebutkan, pemukulan dan tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum polisi dan Satpol PP terhadap massa aksi mahasiswa NTB pada Senin (24/8) di Gubernuran NTB jelas bertentangan dengan Undang Undang Kebebasan Berpendapat di Muka Umum.

“Hal ini sangat melukai pihak massa aksi mahasiswa NTB dan mencederai rakyat yang selama ini bernaung di bawahnya undang-undang tersebut. Oleh karena itu KAMMI Sumatera Barat menyatakan dengan tegas dan mengutuk dengan keras tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum polisi dan Satpol PP terhadap massa aksi mahasiswa di NTB tersebut,” kata Abu Said.

Katanya, KAMMI Sumatra Barat mendesak Gunernur NTB memecat pimpinan Satpol PP NTB karena telah melakukan pembiaran kekerasan terhadap massa aksi mahasiswa NTB. “Mendesak Gubernur NTB menonjobkan oknum Satpol PP yang terlibat aksi kekerasan brutal terhadap massa aksi mahasiswa NTB,” katanya dalam relis yang diterima koran ini.

KAMMI Sumbar, katanya, mendesak Kapolda NTB menindak oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap massa aksi mahasiswa NTB. “Itulah pernyataan sikap KAMMI Sumbar terkait aksi kekerasan brutal dari oknum polisi dan Satpol PP terhadap massa aksi mahasiswa di NTB, semoga kejadian yang serupa tidak terulang kembali di masa yang akan dating,” katanya.

Diketahui, unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina di kantor gubernur NTB berujung ricuh. Beberapa mahasiswa diseret dan dipukuli aparat. Massa pun kocar kacir dan membubarkan diri.

Aksi tersebut awalnya berjalan damai. Mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi itu terlebih dahulu menggeruduk kantor Dinas Perdagangan NTB. Di sana mereka menyampaikan aspirasinya di hadapan Kepala Disdag NTB H Fathurrahman.

Ada lima poin tuntutan mahasiswa, yakni mengutuk sikap Pemprov NTB yang dianggap membangun hubungan atau mendiamkan produk NTB diekspor ke Israel. ”Stop ekspor produk NTB ke Israel dan putuskan segala bentuk hubungan dengan Israel,” kata Deky Setyawan, ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB dalam pernyataan sikapnya.

Aliansi mahasiswa juga meminta gubernur mencopot kepala Disdag NTB. Mahasiswa juga meminta gubernur dan jajarannya meminta maaf secara resmi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional