Menu

Kakak dan Adik Ipar Kerja Sama Jual Ganja di Bukittinggi

  Dibaca : 134 kali
Kakak dan Adik Ipar Kerja Sama Jual Ganja di Bukittinggi
PENGEDAR DITANGKAP— Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara memberikan keterangan pers terkait penangkapan empat orang pengedar sabu dan ganja.

BUKITTINGGI,METRO–Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bukittinggi menangkap empat pengedar sabu dan ganja di beberapa lokasi berbeda. Parahnya, dua dari empat pelaku yang ditangkap, ternyata  memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat dekat yaitu kakak dan adik ipar.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, pihaknya me­­nang­kap keempat orang tersebut pada , Rabu (18/8) dan Jumat (20/8) kemarin. Menurutnyam tersangka pertama yang ditangkap yaitu BS (52) di daerah Cam­­pago Guguak Bulek.

“Dari penangkapan BS, kita menyita 17 paket kecil sabu siap edar. Setiap pa­ket­nya dijual oleh pelaku BS dengan harga Rp 200 ribu,” kata AKBP Dody, saat kon­ferensi pers, Sabtu (21/08).

Ditambahkan AKBP Do­­dy, tiga tersangka lain­nya yaitu MR (21), MJF (37), dan AT (31) sambung Dody Pra­wi­­ra­­negara, ditangkap de­ngan kasus peredaran gan­ja.

“Tersangka berinisial AT diamankan di kedia­man­nya kawasan Guguak Bulek sekitar pukul 21.30 WIB. Dari hasil peng­gele­dahan, ditemukan dem­bilan paket ganja siap edar, dengan harga satu paket­nya Rp 10 ribu,” ung­kap­nya,

Setelah menangkap pe­la­­ku AT, dikatakan AKBP Do­dy, pihaknya selanjut­nya melakukan pengem­bangan, hingga ditangkap ter­sangka berikutnya MJF di Jalan M Yamin daerah Aur Kuning sekitar pukul 22.00 WIB.

“Tersangka MJF ini yang merupakan bandar ganja, dan mendapatkan barang haram tersebut dari Maninjau Kabupaten Agam. Selanjutnya di­aman­kan tersangka MR yang merupakan adik ipar dari tersangka MJF dengan barang buktisatu paket ganja yang berasal dari kakak iparnya tersebut,” ujar AKBP Dody.

AKBP Dody  menya­yang­kan keterlibatan sau­dara ipar dalam kasus pe­nyalahgunaan dan pere­da­ran narkoba, semoga ini men­jadi perhatian ber­sama termasuk tokoh mas­ya­rakat, sehingga nor­ma budaya bisa menjaga ma­syarakat untuk tidak terlibat permasalahan hu­kum khususnya kasus nar­koba ini.

“Ini menjadi perhatian khusus kami, daerah Gu­guak Bulek sering menjadi TKP peredaran narkoba.  Saya sudah perintahkan Polsek Kota Bukittinggi untuk menzerokan semua kasus itu, tindakan pen­cegahan melalui Bhabin­kam­tib­mas, Babinsa dan pe­tugas lainnya akan di­ting­katkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasatresnaroba Pol­res Bukittinggi, AKP Aleyxi Aubedillah, mengung­kap­kan, semua tersangka ter­je­rat pasal Undang-Un­dang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika.

“Keempat tersangka saat ini masih terus men­jalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan ka­sus. Keempat pelaku ini ter­ancam hukuman mak­simal 12 tahun penjara aki­bat perbuatannya yang terlibat dalam peredaran narkoba,” tegasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional