Menu

Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Pantai Tiram, Kedua Korban Mandi di Belakang Ibu Berjualan

  Dibaca : 165 kali
Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Pantai Tiram, Kedua Korban Mandi di Belakang Ibu Berjualan
EVAKUASI— Petugas BPBD mengevakuasi korban Muhammad Farel ke Puskesmas terdekat yang ditemukan tewas akibat tenggelam di Pantai Tiram. Sedangkan adiknya Andre Pratama ditemukan beberapa jam setelahnya.

PDG. PARIAMAN, METRO–Asyik mandi-mandi tanpa diawasi oleh orang tuanya, dua bocah kakak beradik terseret ombak hingga sempat dinyatakan hilang tenggelam di Pantai Tiram, Nagari Tapakis Barat, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman, Kamis (24/6).

Orang tua korban yang memang berjualan di pantai yang menjadi objek wisata itupun dibuat histeris, lantaran tidak lagi menemukan dua anaknya yang sebelumnya mandi-mandi di pantai tersebut. Warga sekitar yang mendengar teriakan histeris orang tua korban pun langsung berdatangan ke lokasi hingga melaporkannya kepada pihak terkait.

Setelah mendapat laporan, Tim SAR gabungan dibantu oleh warga setempat yang melakukan pencarian terhadap dua bocah bernama Muhammad Farel (10) dan Andre Pratama (8) yang merupakan warga Korong Pilubang, Nagari Ketaping Kecamatan Batang Anai akhirnya ditemukan, tetapi kondisinya tak bernyawa.

Korban pertama yang ditemukan merupakan Muhammad Farel, selang waktu satu jam setelah hilang. Korban saat ditemukan di tepi pantai, dalam kondisi tak sadarkan diri, sehingga langsung diberikan pertolongan lalu dibawa ke Puskesmas terdekat.

Namun, sayangnya, korban Muhammad Farel setiba di Puskesmas, ternyata sudah meninggal. Sedangkan korban Andre Pratama ditemukan berselang tiga jam setelah dinyatakan hilang dan kondisinya ketika dicek, sudah dipastikan meninggal, sehingga langsung dievakuasi ke rumah duka.

Kapolsek Nan Sabaris Iptu Zulkarnaini melalui Kanit Reskrim Aipda Suhagusril Eka Putra menyampaikan, kronologis kejadian berawal saat korban sedang mandi mandi di tepi Pantai Tiram Tapakih, tepatnya di belakang tempat orang tua mereka berjualan di lokasi kejadian itu.

“Kemudian, sekitar pukul 09.30 WIB orang tua korban bernama Anggun (53) mencari anaknya yang tidak terlihat lagi mandi-mandi. Sedangkan saat itu, kondisi gelombang dan ombak memang agak tinggi. Orang tua korban pun meyakini anaknya tenggelam di pantai,” kata Suhagusril.

Suhagusril menuturkan, orang tua korban minta bantuan warga setempat serta petugas BPBD, TNI dan Polri sehingga Muhammad Farel ditemukan setelah dilakukan pencariannya selama satu jam. Korban ditemukan di bibir pantai dalam keadaan tidak sadarkan diri namun masih terasa detak jantungnya.

“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Ketaping untuk dilakukan pertolongan, namun karena korban terlalu banyak menelan air, akhirnya dalam perjalanan korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Suhagusril menambahkan, berselang waktu lebih kurang 3 jam kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, korban Andre ditemukan oleh petugas sudah meninggal dunia di Pantai Tiram Tapakis tepatnya di lokasi korban mandi-mandi.

“Kemudian korban pun dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Korong Pilubang Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai,” ujar Suhagusril.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, Budi Mulya mengatakan, dua bersaudara ditemukan telah meninggal dunia setelah mandi di Pantai Tiram, Korong Tiram, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

“Korban pertama ditemukan Muhammad Farel telah terdampar di pantai dengan kondisi meninggal dunia. Tak lama, adiknya Andre Pratama ditemukan. Kedua korban dibawa Puskesmas Ulakan untuk dilakukan otopsi,” kata Budi.

Pencarian itu dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Padang Pariaman dengan mengerahkan perahu karet, dibantu Pol Air, dan warga yang berada di lokasi.

“Belum diketahui penyebab tenggelam kedua korban ini, nanti polisi yang melanjutkan,” pungkasnya. (ozi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional